Partai Golkar
Skenario Munafri Arifuddin Jadi Ketua Partai Golkar Makassar dan Andi Nurhaldin Jabat Sekretaris
Beberapa gerbong Partai Golkar Makassar menginginkan Munafri Arifuddin dan Andi Nurhaldin Nurdin Halid berpaket dalam Musda Partai Golkar Makassar.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM- Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus mantan Sekretaris Parta Golkar, Abdul Wahab Tahir mengusulkan Munafri Arifuddin dan Andi Nurhaldin Nurdin Halid berkoloborasi memimpin DPD II Partai Golkar Kota Makassar.
Hal itu disampaikan demisioner Sekretaris DPD II Partai Golkar Makassar itu menanggapi pendaftaran keduanya di Musda Partai Golkar Makassar.
Wahab berpendapat jika Appi dan Haldin berkolaborasi maka partai beringin bisa kembali mengulang kejayaan di Pemilu 2024 Makassar.
Abdul Wahab Tahir adalah loyalis tokoh nasional dan senior DPP Golkar Nurdin Halid.
Ia pun menyampaikan ada skenario komposisi pimpinan Partai Golkar Makassar jelang Partai Golkar Kota Makassar.
"Saya harap Appi dan Haldin menyatu. Appi ketua, Haldin sekretaris, satukan dua kekuatan anak muda ini," katanya di DPRD Kota Makassar, Senin (22/2/2021).
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Makassar itu menilai, Appi punya pengalaman menyerap aspirasi warga Kota Makassar dalam dua kali Pilkada.
Menurutnya, pengalaman dua kali bertarung Pilwali membuat Appi banyak tahu karakter dan kondisi warga Kota Makassar.
Sedangkan Haldin adalah sosok anak muda sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Makassar.
Ia berpendapat usia Haldin yang masih muda lebih cocok menjabat sekretaris ketimbang maju sebagai calon ketua.
"Kita butuh sosok yang bisa satukan komponen yang ada di Golkar Makassar, dan itu ada pada Appi dan Haldin," ujarnya.
"Golkar Makassar sedang kritis, betuh dibenahi. Kalau dari awal berkompetisi agak berat konsolidasi. Lebih baik musyawarah mufakat, musda jadi momentum awal konsolidasi Golkar Baru," sambungnya.
Baca juga: Munafri Arifuddin Maju Musda Partai Golkar Makassar, Aklamasi atau Tarung Lawan Putra Nurdin Halid
Wahab mengatakan Partai Golkar Kota Makassar mengalami penurunan elektoral dalam Pemilihan Legislatif terakhir.
Wahab mencontohkan, kursi Golkar Makassar di Pileg 1999 berjumlah 21 kursi, turun jadi 18 kursi di 2004, kemudian 11 kursi di 2009. Turun lagi 8 kursi di 2004, dan turun jadi 5 kursi di 2019.
"Saya secara kesatria mengakui pileg 2019 adalah kegagalan saya sebagai pengurus Golkar Makassar. Makanya sekarang saya berikan kesempatan kepada anak muda," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/munafri-arifuddin-dan-andi-nurhaldin-nurdin-halid.jpg)