Breaking News:

Gempa Sulbar

Pascagempa, 116 Unit Bangunan Rusak Berat Dirobohkan di Sulbar

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Barat bekerjasama TNI Angkatan Darat dari Yonzikon 14/SWS dan Yonzipur 8/SMG

ist
Kondisi kantor Gubernur Sulbar yang rubuh akibar gempa magnitudo 6.2 SR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Barat bekerjasama TNI Angkatan Darat dari Yonzikon 14/SWS dan Yonzipur 8/SMG, terus melakukan pembersihan reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 6.2 SR.

Sebanyak 116 unit bangunan terdiri dari rumah warga, fasilitas umum dan perkantoran telah dirobohkan akibat mengalami rusak berat akibat gempa.

"Kegiatan pembersihan reruntuhan rumah warga dan beberapa fasilitas umum ini membutuhkan dukungan untuk operasional alat berat dan mobil-mobil truk pengangkut material runtuhan,"kata Sekretaris Dinas PU Sulawesi Barat, Ridwan.
                                                                                                                  
Ridwan mengatakan, dalam hal biaya operasional Dinas PU Sulawesi Barat dibackup oleh dana darurat bencana.

Dana tersebut diperuntukkan bagi pembenahan dan perbaikan fasilitas atau infrastruktur yang rusak akibat gempa. 

"Soal pemanfaatan anggaran tersebut, Dinas PU terlebih meminta pihak Inspektorat untuk melakukan review terhadap proposal anggaran yang diajukan,"ujarnya.

"Kami akan sangat berhati-hati sebelum menggunakannya, olehnya itu terlebih dahulu kami berkoordinasi dengan Inspektorat untuk dilakukan review dan evaluasi awal," ujarnya.

Ini untuk memastikan apa yang dilakukan dengan anggaran tersebut tidak bermasalah dan telah sesuai dengan aturan.

Dinas PU Sulbar juga masih membuka pendaftaran bagi warga yang ingin membersihkan reruntuhan bangunan.

“Kami masih membuka pendaftaran bagi warga yang ingin dilakukan pembersihan dan pengangkutan sisa-sisa puing bangunan rumah mereka, sampai pada masa transisi darurat berakhir dan selanjutnya menunggu arahan pimpinan,"kata M Ridwan.

Kepala Dinas PU Sulbar, M Aksan menyebutkan, warga yang ingin dibersihkan reruntuhan diminta untuk mendaftar.

Tetapi untuk eksekusi, kata dia pihaknya menunggu sampai ada beberapa warga yang mendaftar. 

“Kita tidak turun ke lapangan kalau hanya satu dua pendaftar. Kita tunggu beberapa warga sehingga serentak satu kali turun. Ini dilakukan untuk mengefesienkan biaya yang digunakan, tapi sampai sekarang sudah ada 116 bangunan yang kita bersihkan," kata M Aksan.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved