Breaking News:

Tribun Bulukumba

Dituding Cemari Lingkungan, Begini Pembelaan Pengusaha Tambak Udang di Bulukumba

Pengusaha tambak udang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), membantah tudingan pencemaran lingkungan.

ist
Pengusaha tambak udang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), membantah tudingan pencemaran lingkungan yang ditudingkan kepadanya 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pengusaha tambak udang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), membantah tudingan pencemaran lingkungan.

Sebelumnya Komisi B DPRD Bulukumba, dalam Rapat dengar pendapat (RDP), mengaku mendapat banyak laporan dari warga terkait banyaknya limbah buangan dari tambak udang.

"Limbah-limbah perusahaan tambak udang itu dikeluhkan masyarakat, karena merusak rumput laut," kata Fahidin HDK, Senin (22/2/2021).

Dalam RDP tersebut Fahidin mengingatkan untuk menjaga lingkungan hidup, dengan tidak membuang air limbah secara langsung ke laut.

Pihak Perusahaan tambak CV Dani Yuwono yang beralamat di Tanah Lemo, Adriyadi, mengatakan, jika ia telah melakukan sesuai aturan pemerintah.

"Yang kami lakukan itu sudah sesuai atuarannya, jangan mengatakan limbah itu berasal dari tambak, kita kan belum melakukan kajian, nanti dilihat dari hasil kajiannya, apakah dari petani tambak atau bukan," jelas Adriyadi.

Adriyadi juga mengatakan, jika bukan hanya pengusaha tambak udang tapi ada gerakan ekonomi lain yang beraktivitas di pinggir pantai

"Di pinggir pantai juga kan ada somel, ada industri kapal rakyat, boleh jadi limbahnya yang turun ke laut dan  meracuni laut," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan  tambak itu melakukan pengelolaan air tambak udangnya dengan baik sesuai dengan aturan dari pemerintah.

"Setelah panen di buang ke tandom penampungan, jadi kotorannya diendapkan dulu nanti selanjutnya airnya keluar ke tandom selanjutnya disterilisasi lagi dengan ikan, di kasih di ikan lele atau ikan bandeng. Kalau betul-betul sudah tidak ada masalah baru di buang ke laut," tambahnya. 

Dia juga menjelaskan jika dari pihak perusahaan tambak udang, selalu meneliti air tambak udang yang di lakukan dua kali dalam sebulan. 

Penelitian ini guna memastikan bahwa tidak ada limbah yang akan mencemari lingkungan dan tidak ada masalah dengan perairan.

"Konyol itu kalau ada petambak, mau meracuni dia punya tambak sendiri, misalnya racun dia buang airnya ke laut kemudian dia sedot kembali airnya masuk, mati dong udangnya habis dong," pungkasnya. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved