Breaking News:

Tribun Sulsel

Angka Kemiskinan di Sulsel Naik 0,43 Poin, Nurdin Abdullah: Tak Sebesar Provinsi Lain

Secara tahunan, angka itu meningkat 40,66 ribu jiwa atau naik 0,43 poin dibanding September 2019.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Gubernur Sulawesi Selatam Nurdin Abdullah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan (BPS Sulsel) merilis, presentase penduduk miskin di Sulsel mengalami kenaikan pada September dibandingkan Maret 2020.

Dalam data yang dirilis, jumlah penduduk miskin di Sulsel pada September 2020 sebesar 800,24 ribu jiwa atau 8,99 persen dari total penduduk di Sulsel.

Secara tahunan, angka itu meningkat 40,66 ribu jiwa atau naik 0,43 poin dibanding September 2019.

Sementara angka nasional presentase kenaikannya lebih besar yakni 0,97 poin.

Dibandingkan Maret 2020, mengalami peningkatan sebesar 23,41 ribu jiwa atau 0,27 poin

Selama periode September 2019-September 2020, penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami peningkatan 32,69 ribu jiwa atau 0,70 poin.

Sedangkan di daerah pedesaan, juga mengalami peningkatan sebesar 7,97 ribu jiwa atau 0,35 poin.

Ada beberapa penyebab angka ini naik. Selain karena pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, dan pendapatan warga, juga banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pun semakin melebar. Akibatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menurun.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tetap bersyukur. Dikarenakan kenaikannya tidak setinggi provinsi lain.

"Kuta bersyukur angka kemiskinan naik hanya nol sekian persen. Jadi jangan dibesar-besarkan. Kita juga tidak masuk dalam 10 provinsi termiskin," kata NA di kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, pemulihan ekonomi di Sulsel cepat sekali. Pihaknya optimistis angka kemiskinan bisa ditekan

"Sekarang ini kita mengelola pandemi dengan baik tanpa mengabaikan ekonomi. Kita berharap perekonomian semester pertama kita membaik. Sekarang kan perekonomian sudah positif," ujarnya.

Ia mengaku perekonomian Sulsel memang sempat mengalami kontraksi karena pandemi. Hal tersebut yang turut mendongkrak angka kemiskinan.

Belum lagi musim panen yang harus menyeberang ke 2021. Makanya, tahun ini sektor pertanian dijaga untuk kembali memperkuat perekonomian.

"Kami optimis perekenomian akan naik karena panen nyebrang di tahun 2021 dan 400 ribu hektare akan dipanen. Kita harap tidak ada banjir dan serangan hama," katanya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved