Breaking News:

Tribun Majene

Warga Dusun Aholean Majene Korban Gempa Minta Direlokasi, Takut Pulang ke Kampung

Jamaluddin memastikan mereka tidak akan kembali ke kampung halamannya dan lebih memilih tinggal

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Rumah warga Malunda Majene yang ambruk akibat gempa bumi magnitudo 6.2 SR pada 15 Januari lalu. 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAJENE - Warga Dusun Aholean, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, masih bertahan di lokasi pengungsian pasca gempa 15 Januari 2021 lalu.

Warga Dusun Aholean tak mau kembali ke kampungnya dan berharap pemerintah merelokasi mereka karena mengganggap kampung halamanya tidak layak lagi menjadi tempat hunian.

"Tidak ada satupun yang berani tinggal disana," kata warga Dusun Aholean, Kecamatan Malunda, Jamaluddin, Jumat (19/2/2021).

Jamaluddin memastikan mereka tidak akan kembali ke kampung halamannya dan lebih memilih tinggal di tempat pengungsian.

Harapan warga hanya kepada pemerintah untuk mencarikan lokasi atau tempat tinggal baru.

"Seandainya perkampungan disana tidak hancur, kami sangat berkeinginan kembali kesana," ujarnya.

Menurut Jamaluddin bahwa keinginan warga sudah disampaikan langsung kepada pemerintah setempat.

Saat ini, ada sekitar 60 kepala keluarga yang bertahan di tenda pengungsian. Bukan hanya Aholean, beberapa dusun lain bernasib sama.

Mereka juga meminta agar secepatnya direlokasi karena kampung halaman mereka sudah tidak layak ditempati.

Dan warga selalu dibayangi rasa takut akan gempa susulan.

"Kami sangat bersyukur karena sudah ada respon baik dari pemerintah. Mudah mudahan upaya relokasi secepatnya dilakukan, " tuturnya. 

Dusun Aholean berada di lereng perbukitan Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved