Breaking News:

Tribun Bone

Sudah 2.112 Tenaga Kesehatan di Bone Divaksin Corona

Sekretaris Dinas Kesehatan Bone ini menerangkan dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi usai divaksin pada Rabu (17/2/2021) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Program vaksinasi bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mencapai 2.112 Nakes. Jika dipersentasekan sudah 80 persen.

Masih ada  20 persen Nakes belum divaksin lantaran tak memenuhi syarat.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, Yusuf saat dihubungi Jumat (19/2/2021).

"Sudah capai mencapai 2.112 Nakes atau 80 persen," katanya.

Usai Nakes, vaksin akan  menyasar bagi para pelayan publik. Ditargetkan pelaksanaan akhir Februari. Sementara untuk masyarakat, ditargetkan April sudah menerima vaksin.

Sekretaris Dinas Kesehatan Bone ini menerangkan dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor: HK.02.02/I/2021, ada perubahan syarat bagi penerima vaksin.

Pemberian vaksin sudah bisa dilakukan pada kelompok usia 60 tahun ke atas, komorbid, penyintas Covid-19 ibu menyusui.

Hal ini sesuai kaji dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Namun, kelompok tersebut harus melalui wawancara tambahan di form screening.

Yusuf menyebut, tekanan darah penerima vaksin maksimal 180/110 MmHG. Sebelumnya, maksimal 140 MmHG.

Pemberian dosis vaksin bagi kelompok usia 60 tahun diberikan dengan interval waktu 28 hari.

Bagi yang memiliki penyakit komorbid seperti diabetes dan kanker juga sudah bisa divaksin selama masih terkontrol. Begitu pun dengan ibu menyusui.

Untuk penyintas Covid-19, sudah dapat divaksin jika sudah lebih dari tiga bulan.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi meminta masyarakat tidak ragu divaksin. Sebab, hingga sekarang tidak ada orang yang telah menerima vaksin, memiliki efek negatif.

"Kita berharap semua divaksin. Sampai saati ini, tidak ada orang divaksin yang mengalami efek negatif setelah divaksin. Jadi tidak ada lagi hoaks yang berkembang," ucapnya.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved