Breaking News:

Tribun Sidrap

Milad ke-2, Prof Haedar Nashir Harap UMS Rappang Jadi Fasilitator Ummatan Washatan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, berharap UMS Rappang, menjadi fasilitator Ummatan Washatan.

ISTIMEWA
Tablig Akbar milad ke-2 Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang, Kamis (1822021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, berharap Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang, menjadi fasilitator Ummatan Washatan.

Hal tersebut disampaikan Prof Haedar Nasir, saat menjadi kaynote speaker, dalam tablig akbar milad ke-2 UMS Rappang, yang digelar secara virtual, Kamis (18/2/2021). 

"Kami berharap UMS Rappang, terus menebarkan kebaikan ke tengah-tengah masyarakat, atau menjadi Ummatan Washatan, menjadikan seluruh gerakan, visi, dalam bentuk harmoni, dalam mengaktualisasikan cita cita Muhammadiyah yakni, mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar benarnya," harap Haedar Nasir via rilis.

Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut Haedar Nasir, juga menyampaikan napak tilas, dan lika liku beberapa tokoh Muhammadiyah.

Seperti Ahmad Dahlan dan AR Fachruddin dan lain sebagainya, dalam mendirikan dan mengawal organisasi kemasyarakatan tersebut. 

Bahkan diakhir sambutannya, Haedar Nasir yang terpilih menjadi Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada muktamar 47 di Makassar, sempat mengingatkan para warga Muhammadiyah untuk selalu berpedoman pada 10 kepribadian Muhammadiyah, dalam menjalani kehidupan sehari hari. 

"Tentu Prof Ambo Asse, sebagai Rektor Unismuh Makassar, dan DR Jamaluddin Ahmad sebagai Rektor UMS Rappang, kini merasakan bagaimana suka duka mengurus Muhammadiyah," katanya.

"Pesan saya teruslah menebarkan kebaikan, dikritik adalah hal yang lumrah. Karena 'membangun' sesuatu membutuh pengorbanan dan waktu lama, berbanding terbalik dengan menghancurkan sesuatu hanya dalam waktu yang sesingkat singkatnya," sambungnya.

Tak hanya itu, Haedar Nasir juga mengingatkan seluruh warga Muhammadiyah, secara khusus kepada civitas akademika UMS Rappang untuk terus membangun sistem. 

Menurutnya, orang selalu silih berganti datang dan berproses di Muhammadiyah. Namun saatnya tiba, akan ada kata akhir. 

"Inilah alasan mengapa Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah harus selalu dijaga, dan diamalkan oleh warga persyarikatan," jelas Haedar Nasir.

Untuk diketahui, Tablig Akbar tersebut juga dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, bersama beberapa tokoh Muhammadiyah Sulsel, Rektor UMS Rappang, Dr Jamalauddin Ahmad, dan civitas akademika. (*)

Penulis: Rudi Salam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved