Breaking News:

Amplop dan Pengakuan Kepala Sekolah Jadi Bukti Pengungkapan Kasus Korupsi Fee 3 Persen Disdik Sulbar

Dari hasil pemeriksaan saksi, yang juga kepala sekolah di Sulbar ini telah mengakui bahwa mereka diminta menyetor kepada para oknum di Disdikbud

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Kejati Sulbar melakukan konferensi pers terkait penetapan tersangka kasus dugaan korupsi jalan Salutambung-Urekang, Senin (24/8/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus fee 3 persen yang melibatkan oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai menemui titik terang.

Usai menetapkan tiga tersangka, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mengungkap barang bukti dari kasus rasua tersebut.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar, Feri Mupahir mengatakan kasus ini sudah lama bergulir di Kejati Sulbar, namun kasus ini baru dilakukan ekspos setelah dilakukan pengembangan.

Menurut Feri, dari hasil pemeriksaan saksi, yang juga kepala sekolah di Sulbar ini telah mengakui bahwa mereka diminta menyetor kepada para oknum di Disdikbud.

"Pada pemeriksaan sejumlah Kepala Sekolah telah mengakui memberikan uang 3 persen lewat fasilitator atas perintah langsung dari oknum pejabat Dinas pendidikan.

Dia menyebutkan, uang 3 persen itu adalah biaya jasa fasilitator dalam pembuatan RAB dan desain gambar. Padahal tidak aturan hukum terkait

pemotongan atau pemberian fee 3 persen," ujar Feri, Kamis (18/2).

Untuk sementara, Kejati Sulbar telah menetapkan tiga tersangka, dengan inisial BB, BE dan AD.

Meski telah ditetapkan tersangka, penyidik belum membeberkan peran para tersangka ini.

Ia menjelaskan, kasus fee 3 persen ini mencuat setelah Kejati Sulbart menerima laporan bahwa ada potongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Fisik

Halaman
123
Editor: Saldy Irawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved