Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa

Bukti Kesiapan Jepang Hadapi Bencana, Gempa 7,3 SR Tanpa Ada Laporan Korban Jiwa

Bukti Kesiapan Jepang Hadapi Bencana, Gempa 7,3 SR Tanpa Ada Laporan Korban Jiwa

Editor: Ilham Arsyam
(KYODO NEWS/JUN HIRATA via AP PHOTO)
Botol-botol minuman keras di sebuah toko di Fukushuma, Jepang, berjatuhan akibat gempa bumi pada Sabtu (13/2/2021) tengah malam. Badan Meteorologi Jepang melaporkan, gempa 7,3 magnitudo ini mengguncang Fukushima, Miyagi, dan wilayah timur lainnya. 

Daryono menjelaskan unggahan yang dibagikan oleh warganet di Jepang tersebut bukan prediks gempa, melainkan peringatan dini gempa yang dikirimkan cepat ke ponsel warga. 

Sementara itu hingga saat ini belum ada ilmuwan yang bisa memprediksi secara tepat kapan dan dimana terjadinya gempa.

"Hingga saat ini belum ada sains dan teknologi yang mampu memprediksi gempa, sehingga jika saat ini ada orang atau kelompok yang mengaku bisa, maka itu berita bohong," kata Daryono.

Aplikasi peringatan dini gempa BMKG

Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia juga memiliki aplikasi semacam itu, yaitu aplikasi yang dapat mengirimkan peringatan dini gempa dalam hitungan detik.

"Kalau aplikasi itu BMKG sudah mulai membangun namanya EEWS (Earthquake Early Warning System)," katanya.

Cara kerjanya yaitu dengan menggunakan gelombang pressure. Gelombang pressure sampai lebih dulu ke sensor daripada gelombang shear yang merusak. Gelombang pressure itu yang diinformasikan secara dini.

Untuk berapa lama peringatan dini sampai kepada masyarakat, dia mengatakan tergantung jarak sumber gempa dengan sensor EEWS.

"Kalau jauh maka agak lama, kalau dekat ya sangat singkat," tuturnya.

Mengurangi dampak kerusakan akibat gempa

Melansir Japan Meteorological Agency (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang, peringatan dini Jepang atau Kinkyu Jishin Sokuho dapat memberikan pengumuman tentang perkiraan intensitas seismik dan perkiraan waktu kedatangan gerakan utama.

Perkiraan itu didasarkan pada analisis cepat dari fokus dan magnitudo gempa bumi dengan menggunakan data bentuk gelombang yang diamati oleh seismograf di dekat pusat gempa.

Peringatan dini gempa bertujuan untuk mengurangi kerusakan akibat gempa dengan memungkinkan tindakan pencegahan seperti memperlambat kereta secara cepat, mengontrol lift untuk menghindari bahaya.

Selai juga memungkinkan orang untuk dengan cepat melindungi diri mereka sendiri di berbagai lingkungan (seperti pabrik, kantor, rumah, dan dekat tebing).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidak Ada Korban Jiwa, Apakah Jepang Bisa Memprediksi Datangnya Gempa?",

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved