Breaking News:

Gempa Sulbar

Tim Peduli Bencana Unmul, dari Operasi Hingga Pengobatan di Daerah Terisolir Majene

Tim peduli bencana Unmul kembali melakukan operasi terhadap seorang pasien ditenda darurat RS Regional Sulbar.

Istimewa
Tim peduli bencana Unmul melakukan operasi di tenda darurat RS Regional dan pengobatan di daerah Ulumanda Majene. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Tim peduli bencana Universitas Mulawarman (Unmul) kembali melakukan operasi terhadap seorang pasien di tenda darurat RS Regional Sulbar.

Diketahui, tim peduli bencana Unmul yang diinisiasi LP2M serta Fakultas Kedokteran berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim mengirim 20 tenaga medis ke Sulbar untuk membantu korban gempa.

Tak hanya melakukan operasi, sebagian lagi menyusuri daerah terisolir melakukan pengobatan massal kepada penyintas gempa bumi. Mereka menggunakan kendaraan roda dua dan mobil jeep atau hartop.

Salah satunya di daerah Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

"Tim peduli bencana Unmul yang berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim dalam hal ini RSUD Abdul Wahab Syahranie, tidak hanya fokus di daerah perkotaan, tapi menyasar sampai daerah terisolir melakukan pengobatan kepada warga,"kata  Ketua Panitia Tim Peduli Bencana Dr. dr. Swandari Paramita kepada Tribun Timur.com, Jumat (12/2/2021).

Di daerah Kecamatan Ulumanda tim peduli bencana Unmul mengunjungi langsung daerah transmigrasi di Dusun Kolehalang, Desa Panggalo. Daerah ini belum jarak kurang lebih 100 km dari Ibukota Provinsi Sulbar.

"Dusun ini merupakan dusun yang tidak pernah sama sekali di sentuh tim medis manapun, karena itu kami dari tim peduli bencana Unmul inisiatif mengunjungi daerah ini dan melakukan pengobatan massal,"ujarnya.

Selain melakukan pengobatan, tim peduli bencana Unmul juga menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan. Termasuk obat-obatan kepada warga Kolehalang.

Penyakit pasca bencanapun lebih banyak bermunculan pada fase itu seperti batuk, pilek hingga gatal-gatal. Sehingga kedatangan tim peduli bencana mengambil waktu yang tepat apa diperlukan dipengungsian.

Data dari dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyebutkan hingga Rabu, 10 Februari sebanyak 4.048 warga terkena penyakit.

Sebanyak 2.669 orang dari Kabupaten Mamuju dan 1.379 orang di Kabupaten Majene.

Dari jumlah itu,  ISPA atau Infeksi Sistem Pernafasan Akut menduduki peringkat tertinggi. Dengan mencapai total 1.110 penderita, dari Mamuju 720 orang dan 390 orang di Kabupaten Majene.

"Ispa memang penyakit yang paling banyak, di Mamuju Ispa tertinggi, begitu juga di Majene. Lima hari terakhir di Mamuju meningkat 115 orang dan Majene meningkat 29 orang,"kata Gaffar, pengelola data Bidang Data dan Informasi Pos Komando Transisi Darurat Gempa Bumi Sulbar, Kamis (11/2/2021). (*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved