Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulaik Abdul Hamid Ingin Kopi Sulselbar Makin Mendunia

komoditi Kopi di Sulselbar dengan lahan 100.000 ha dan tingkat produktivitas 900 kg per ha belum bisa memenuhi permintaan.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI
Foto bersama usai pelantikan pengurus Askopi Sulselbar di Swissbellin Panakkukang Makasaar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPP Asosiasi Kopi Indonesia (Askopi) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Sulaik Abdul Hamid menginginkan kopi di daerah Sulserabar semakin mendunia.

Sulaik mengungkapkan visinya tersebut usai dilantik sebagai Ketua Umum DPP Askopi Sulselbar beberapa waktu lalu.

"Semua berdasar pada peningkatan kebutuhan permintaan kopi nusantara dan internasional," ungkapnya pada Tribun Timur, Jumat (12/2/2021).

Baginya, hal itu peluang besar bagi petani kopi. Mereka seharusnya mampu menghasilkan produksi yang suistinable.

Ditambah, wilayah Sulselbar merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Sekitar 16 Kabupaten penghasil kopi dengan ketinggian lahan yang variatif.

Diantaranya, Arabika, Robusta bahkan Liberica. 

Namun, komoditi Kopi di Sulselbar dengan lahan 100.000 ha dan tingkat produktivitas 900 kg per ha belum bisa memenuhi permintaan.

Untuk mewujudkannya, tentu memerlukan upaya peningkatan agar produktivitas meningkat.

"Sinergitas stakeholder termasuk pemerintah, pengusaha, petani, barista dalam menyediakan dan meyajikan kopi terbaik menjadi salah satu kuncinya," ujarnya.

Maka dari itu, segala permasalahan dari hulu ke hilir yang perlu dibenahi secara bertahap.

Seperti,  bibit yang berkualitas, sarana prasarana memadai, pemasaran serta pendukung lainnya. 

"Kami berharap, Askopi Sulselbar menjadi ruang solusi, mengakomodir segala bentuk penyempurnaan agar kopi Sulselbar dapat dinikmati secara global," tuturnya.

Diketahui, pelantikan pengurus DPP dan DPD dihadiri Pemerintah Provinsi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Balai Karantina PeDirtanian, Dinas Koperasi Provinsi dan Kota, Dinas Perkebunan dan Internasional Tanaman pangan provinsi.

Ikut hadir Perwakilan Dp provinsi, PKK Provinsi Sulsel, PT Pegadaian, Ikatan Food & Beverage Hotel (IFBMA), Nestle, TVS Motor, Pengurus DPD dari 16 Kabupaten Kota.

 
"Kehadiran stakeholder terkait dengan kopi, menjadi langkah awal mewujudkan peningkatan produktivitas pertanaman kopi dan peningkatan mutu pasca panen di Sulbar," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved