Breaking News:

Tribun Sulbar

Tahun 2020, Ekonomi Sulbar Merosot Hingga 2,42 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2020 mengalami kontraksi hingga 2,42 persen.

ISTIMEWA
BPS Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan pres rilis pertumbuhan ekonomi tahun 2020 dari tenda darurat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2020 mengalami kontraksi hingga 2,42 persen.

Kontraksi terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dengan besaran yang bervariasi.

Salah satu lapangan usahan yang mengalami kontraksi terdalam adalah lapangan usaha Konstruksi sebesar 13,31 persen; diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, danJaminan Sosial Wajib sebesar 8,61 persen; dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,19 persen.

Kepala BPS Sulbar Agus Gede Hendrayana menjelaskan, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2020, yang paling besar menggerus perekonomian Sulbar adalah lapangan usaha Konstruksi sebesar -1,08 persen.

Kemudian diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar -0,76 persen; Industri Pengolahan sebesar -0,38 persen; dan Jasa Pendidikan sebesar -0,37 persen.

Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat dari lapangan usaha lainnya sebesar 0,16 persen.

“Struktur PDRB Sulbar menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada tahun 2020, menunjukkan perekonomian Sulbar masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 42,57 persen,"jelas Agus Gede dalam siaran pers yang diterima Tribun.

Kemudian, lanjutnya, diikuti oleh Perdagangan Besar Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 10,19 persen; Industri Pengolahan sebesar 9,83 persen; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,73 persen.

Pada triwulan IV-2020 ekonomi Sulbar kontraksi 7,51 persen bila dibandingkan triwulan IV-2019 (y-on-y). Kontraksi terjadi pada sebagian besar lapangan usaha dengan besaran yang bervariasi.

“Kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha Konstruksi sebesar 19,99 persen; diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 19,37 persen; dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 12,84 persen,”sebutnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan IV-2020 (y-on-y), yang paling besar menggerus perekonomian Sulbar adalah lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar -2,04 persen; diikuti Konstruksi sebesar -1,66 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar -1,52 persen; dan Industri Pengolahan sebesar -0,94 persen.

“Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Sulbar dari lapangan usaha lainnya sebesar -1,36 persen,”tuturnya.(tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved