Breaking News:

Tribun Bulukumba

RSUD Bulukumba Akui Minim Stok Darah, Program 1 Bumil 4 Pendonor Pendamping Tak Berjalan

Persoalan ketersediaan darah menjadi masalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba.

DOK TRIBUN-TIMUR.COM
ILUSTRASI DONOR DARAH - Kodim 1411 Bulukumba menggelar sunatan massal, donor darah dan pembagian sembako di Aula Serbaguna Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Persoalan ketersediaan darah menjadi masalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba.

Dampaknya, beberapa penyebab kematian disebabkan karena tidak tersedia atau kurangnya stok darah.

Seperti salah satunya yang dialami oleh Sumrah (34 tahun).

Warga Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang itu meninggal dunia setelah mengalami pendarahan usai melahirkan.

Parahnya, saat dilakukan tindakan operasi oleh dokter, stok darah tidak cukup.

Kasubag Humas dan Promkes RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Gumala Rubiah, menjelaskan, perencanaan kebutuhan darah untuk tahun 2020 sekitar 3.600 kantong.

Sementara sepanjang tahun 2020 ada 1.017 orang yang membutuhkan pendonor baik itu kasus kebidanan, cidera, penyakit dalam dan kasus anak.

Sehingga total kantong darah yang terpakai sebanyak 2.525 kantong di tahun 2020.

"Kegiatan donor darah sudah dilakukan dengan jejaring, untuk tahun 2020 melalui sekolah-sekolah menengah atas, PKM Ujung Loe, Kodim 1411, Bawaslu, Polres, Pramuka Kwarcab, BKPRMI, Riderhood communuti," kata Gumala, Sabtu (6/2/2021).

Sehubungan dengan pandemi, kendalanya adalah banyak pendonor takut berkunjung ke rumah sakit dan banyak event yang tertunda.

Belum lagi sekolah-sekolah yang ditutup akibat pandemi, dan yang paling penting dan perlu di garis bawahi, kata Gumala, yaitu tidak berjalannya program 1 ibu hamil (Bumil) 4 pendonor pendamping. 

"Menjelang persalinan, idealnya semua bumil sudah punya stok darah yang dititipkan di bank darah," tambah Gumala.

Kondisi saat ini yang banyak adalah donor pengganti, dimana masing-masung keluarga mencari pendonor. 

Kalaupun ada pasien lain yang membutuhkan darah, butuh koordinasi dengan ruang perawatan dan persetujuan pasien yg punya darah, apakah betul-betul sudah tidak dibutuhkan untuk pasien tersebut dan bisa dialihkan ke pasien lain. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved