Breaking News:

PW NU Sulbar Bangun Mushollah Darurat di Lokasi Pengungsian Kampung Kabaina

Sebahagian besar pengungsi belum memiliki tempat bermukim baru setelah rumah mereka rusak berat

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Banser Sulbar bantu pengurus PW NU Sulbar bangun moshollah darurat di lokasi pengungsian kampung Kabaina, Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat Mamuju. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Hingga 21 hari pascagempa bumi magnitudo 6.2 SR, warga kampung Kabaina, Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, masih terus bertahan di lokasi pengungsian.

Meski masa tanggap darurat telah dinyatakan selesai pada 4 Februari kemarin, 700 jiwa lebih dari 140 KK masih berada di area pengungsian lapangan Kabaina.

Sebahagian besar pengungsi belum memiliki tempat bermukim baru setelah rumah mereka rusak berat diguncang gempa bumi.

Di banyak tempat pengungsian memiliki banyak keterbatasan termasuk sarana ibadah yang luluh lantah oleh gempa.

"Dilokasi pengungsian seperti ini tidak hanya membutuhkan pelayanan dasar harian seperti sembako, tenda, selimut, karpet dan lainnya, tetapi menjadi sangat penting untuk tetap mendapatkan pelayanan spritual. Kegiatan peribadatan atau keagamaan mesti tetap hidup dan berjalan dilokasi pengungsian,"kata Sekertaris PW NU Sulbar Zahril kepada Tribun-Timur.com, Jumat (5/2/2021) 

Lanjutnya, tidak adanya fasilitas Masjid di lokasi pengungsian tentulah menjadi salah satu kendala bagi pengungs, sehingga Pengurus Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Barat mengambil peran strategis membangun mushallah darurat di lokasi pengungsian.

"Membangun sarana mushollah kami lakukan agar para pengungsi dapat kembali menjalankan aktifitas shalat berjamaah, selain itu musholla darurat serbaguna ini juga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendidikan dan pembelajaran diluar waktu shalat,"tutur Zahrir.

Dikatakan, pembangunan musholla darurat serbaguna terbilang cukup cepat, dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulbar.

"Meski masa tanggap darurat telah selesai, aksi solidaritas kemanusiaan masih terus kami lanjutkan. Hari ini kami menerjunkan personil Banser beserta peralatan yang dibutuhkan untuk membangun mushollah darurat serbaguna ini. Setelah membangun Mushallah darurat ini, personil Banser akan melanjutkan pembagian sembako ke para pengungsi dusun Kabaina dan Saku Biru,"tambah ketua GP Ansor Kabupaten Mamuju, M Nasir.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved