Breaking News:

Gempa Sulbar

KPID Sulbar Dampingi Ketua ICATT Sambangi Korban Gempa di Daerah Terpencil

KPID Sulbar dampingi Ketua ICATT sambangi sejumlah titik pengungsian gempa Sulbar di wilayah Kecamatan Kalukku, Simboro dan Tapalang Barat.

ISTIMEWA
Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) yang juga  Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN)  Makassar H. Andi Aderus didampingi Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat, Busran Riandhy sambangi sejumlah titik pengungsian gempa Sulbar di wilayah Kecamatan Kalukku, Simboro dan Tapalang Barat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) yang juga  Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN)  Makassar H. Andi Aderus didampingi Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat, Busran Riandhy sambangi sejumlah titik pengungsian gempa Sulbar di wilayah Kecamatan Kalukku, Simboro dan Tapalang Barat.

Kehadiran Andi Aderus selain menyerahkan bantuan juga memantau langsung kondisi masyarakat pascagempa.

Salah satu titik pengungsi yang dikunjungi yakni di Lingkungan Puncak Indah, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kampung yang terletak pada ketinggian 1.000 kaki diatas permukaan laut ini.

Busran mengatakan sedikitnya 23 rumah mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa yang menyebabkan bergesernya tanah di lingkungan penghasil kakao dan cengkeh ini.

"Untuk mencapai daerah tersebut, jarak tempuh kurang lebih 1 jam dari Kota Mamuju. Butuh nyali , karena akses jalan kurang bagus dan medan terjal berjurang pada sisi kiri jalan,"kata Busran kepada Tribun Timur, Kamis (4/2/2021).

Seorang tokoh masyarakat Puncak Indah, Ruslan, pasca gempa terjadi masyarakat mulai takut tidak tidur di rumah, selain rumah yang rusak juga ada potensi tanah longsor sehingga masyarakat harus tinggal di tenda pengungsian.

"Sebagain besar wilayah puncak Indah ini, kultur tanahnya tanah merah dan berjurang, pasca gempa ini masyarakat takut bila ada gempa susulan dan hujan lebat, mengantisipasi kami harus mengungsi ditempat yang aman, kami butuh perhatian pemerintah,"pintah Ruslan. 

Sementara itu, Andi Aderus mengatakan aksi kemanusian yang dilakukan Tim ICATT Peduli Gempa Sulbar, Ini adalah gerakan awal guna meringankan beban penderitaan yang dialami pengungsi korban gempa.

Ke depan ICATT berharap,  pemerintah Kabupaten maupun provinsi agar terjung langsung terutama pada daerah terpencil melakukan pendataan dan pemetaan atas persoalan yang dihadapi masyarakat.  

"Untuk membangun daerah ini kembali, pemerintah dan swasta harus bergandengan tangan, terutama pemerintah terlebih dahulu melakukan pendataan dan pemetaan  atas persoalan yang timbul di masyarakat pasca gempa,"harapnya. 

ICATT sendiri akan siap berkaloborasi untuk bersama-sama pemerintah membenahi Mamuju dan Majene agar bisa segera bangkit kembali, misalnya dalam bidang pendidikan.

Andi Aderus menyebutkan, kehadiran ICATT dalam aksi kemanusian ini jalin kerjasama dengan sejumlah organisasi dan donatur.

"ICATT bekerjasama dengan Organisasi Internasional Alumni Al- Ashar (OIAA) pimpinan Tuang Guru Bajang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Negeri Makassar, Donatur Tetap dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Jambi serta daerah lainnya, dan Tim Relawan Mamuju yang pimpin saudara Ikram Muis," tutur Aderus.(tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved