Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Sengketa Pilkada Luwu Utara Masih Bergulir di MK, Jabatan Bupati Akan Diisi Pejabat Sementara

Sengketa Pilkada Luwu Utara tahun 2020 hingga kini masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI
Komisioner KPU Luwu Utara Divisi Teknis Hayu Vandy P 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sengketa Pilkada Luwu Utara tahun 2020 hingga kini masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara, Hayu Vandy P mengatakan, sesuai jadwal di MK, putusan atau penetapan terkait gugatan sengketa Pilkada akan diumumkan pada tanggal 15-16 Februari 2021. 

Selisih sehari dengan berakhirnya masa jabatan Indah Putri Indriani-Muhammad Thahar Rum sebagai Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara periode 2016-2021 pada tanggal 17 Februari.

"Setelah ada putusan MK, kami akan menggelar rapat pleno lagi. Jadi, tidak mungkin bupati terpilih dilantik pada tanggal 17 Februari," kata Hayu, Rabu (3/2/2021).

Sehingga, kemungkinan besar kata dia akan ada pejabat sementara bupati.

"Jadi kemungkinannya akan ada Pjs Bupati yang ditunjuk oleh Gubernur," kata dia.

Diketahui, KPU Luwu Utara menetapkan pasangan nomor urut dua Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (BISA) sebagai peraih suara terbanyak pada Pilkada Luwu Utara 2020.

Pasangan ini mendapatkan dukungan 80.078 suara.

Unggul 30.259 suara dari pasangan nomor urut satu Muhammad Thahar Rum-Rahmat Laguni (MTR-RL) yang meraih 49.819 suara.

Lalu pasangan nomor urut tiga Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS) dengan perolehan 47.515 suara.

Penetapan ini kemudian digugat AKAS di MK.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved