Gempa Sulbar

FT Unhas Kirim Tim Kajian Assesmen Bangunan untuk Korban Gempa Sulbar

Menyikapi gempa yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Fakultas Unhas membentuk Tim Kajian Assessmen bangunan.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Prof Muhammad Arsyad Thaha meluncurkan Pusat Rekayasa Kebencanaan Fakultas Teknik Universitas HasanuddinCentre of Disaster Engineering (CoDE), Sabtu 30 January 2021 lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Menyikapi gempa yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) membentuk Tim Kajian Assessmen bangunan.

Tim tersebut lahir dari kajian webinar kebencanaan FTUH yang mengkaji Perspektif Keteknikan gempa Sulbar dari kejadian ke pasca bencana.

Kajian tersebut melibatkan sejumlah pakar dan ahli dalam bidang kebencanaan, geologi gempa, kelongsoran, hingga ahli struktur bangunan teknik sipil.

Tim tersebut dibentuk untuk mengambil data dan melakukan kajian baik untuk bangunan, bukti kejadian gempa, kelongsoran dan kondisi eksisting lainnya, sebagai kontribusi dan kepedulian FT Unhas sebagai laboratorium ilmiah tentang keteknikan.

Tim Kajian Assessmen bangunan terdiri dari akademisi bidang teknik sipil antara lain Ihsan, Fachruddin, Ilham, Mukti, Asri.

Dekan FTUH Prof Muhamamd Arsyad Thaha mengatakan tim tersebut memiliki empat tugas untuk korban gempa Sulbar.

Pertama, melaksanakan upaya tanggap darurat bencana secara khusus bidang keteknikan.

Kedua, melaksanakan survei dan analisis kondisi dan permasalahan infrastruktur serta penyusunan rekomendasi kelayakan penggunaan dan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.

"Ketiga, melakukan kajian potensi bencana dan upaya mitigasi yang dapat dilakukan dari perspektif keteknikan," katanya dalam keterangan yang diterima Tribun Timur, Rabu (3/2/2021).

Keempat, lanjutnya, tim bertugas untuk berkordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam hal kesiap-siagaan menghadapi bencana.

Tim tersebut akan berangkat ke Kabupaten Mamuju dan Majene Sulbar membawa misi webinar keteknikan dan kebencanaan FT Unhas, Kamis (4/2/2021) esok.

Sebelumnya FTUH telah meluncurkan Pusat Rekayasa Kebencanaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin/Centre of Disaster Engineering (CoDE), pada Sabtu 30 January 2021 lalu.

Prof Arsyad mengatakan, tim kebencanaan gempa Sulbar itu merupakan bagian dari kegiatan tanggap bencana. 

Melalui tim tersebut, pihaknya akan memberikan saran keteknikan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah daerah.

"Ini bagian dari tanggap bencana dengan memberikan saran keteknikan untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi kepada pemerintah daerah setempat. Seperti asesmen bangunan-bangunan yang rusak di daerah gempa dan lokasi-lokasi rawan gempa yang sebaiknya tidak lagi dijadikan daerah hunian atau pusat bisnis," ujar Arsyad.

Tim tersebut juga akan mengedukasi masyarakat di daerah bencana. Misalnya bagaimana bahan bangunan yang baik digunakan untuk membangun rumah. 

"Jangan lagi batu, lebih banyak kayu atau bambu," kata dia. 

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved