Breaking News:

Tribun Wajo

Soroti Kinerja Inspektorat Soal Audit di Desa Cinnongtabi, AMIWB Mengadu ke DPRD Wajo

Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) kembali mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Wajo.

ist
Aktivis mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) kembali mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Wajo, di DPRD Wajo, Senin (1/2/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) kembali mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Wajo.

Aktivis AMIWB, Syaifullah menyebutkan, Inspektorat Kabupaten Wajo senantiasa tertutup untuk memberikan informasi.

Terlebih, soal hasil audit di Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

"Seperti halnya kasus dugaan mark up proyek pembangunan jalan tani Bulu buloe yang saat ini masih bergulir di Inspektorat dan Polres Wajo. Sampai hari ini belum ada kejelasan hukumnya," kata Syaifullah, saat menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Wajo, Senin (1/2/2021).

Sayaifullah membeberkan, fakta baru yang dirilis oleh Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam tertanggal 8 januari 2021 lalu, bahwa memang ada temuan kerugian negara sebesar Ro50 juta pada 2018.

Untuk laporan tahun 2019 pihaknya masih menunggu hasil audit dari Inspektorat.

"Seharusnya yang terlibat di dalamnya dijatuhi hukuman, bukan malah diampuni dan disuruh mengembalikan kerugian negara tersebut. Karena sangat jelas dalam aturan Undang-undang 31 tahun 1999 pasal 4 bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus unsur pidana," katanya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Wajo, Saktiar tak banyak bicara di dalam forum penyampaian aspirasi.

Menurutnya, laporan hasil pemeriksaan (LHP) khusus Desa Cinnongtabi telah diserahkan ke Polres Wajo.

"Kami sudah serahkan LHPnya ke Polres Wajo, dan mereka sudah terima. Jadi kasusnya jalan terus tinggal tunggu hasil dari Polres," katanya.

Inspektorat sendiri mengklaim, sudah empat kali melakukan pemeriksaan terhadap Desa Cinnongtabi.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah membenarkan bahwa pihaknya telah menerima LHP Desa Cinnongtabi.

"Benar, baru saja sampai di Polres," katanya.

Namun, belum ada bocoran baik dari pihak Inspektorat maupun Polres terkait jumlah kerugian negara yang ada di Desa Cinnnongtabi.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved