Gempa Sulbar
Lettu Laut (P) Rayendra Co-pilot TNI AL yang Jangkau Desa Terisolir Akibat Gempa Sulbar
Lettu Laut (P) Rayendra Jaka, perwira Penerbang TNI AL Skuadron 100 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -Kenalkan, Lettu Laut (P) Rayendra Jaka, perwira Penerbang TNI AL Skuadron 100 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut.
Sudah 12 hari (masuk hari ke 13) Lettu Rayendra, hilir mudik di langit Sulawesi Barat menggunakan heli dari landasan (helipad) KRI dr Soeharso, yang sandar di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mamuju.
Aktivitas itu ia lakukan dalam rangka misi kemanusiaan, pasca gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Sulawesi Barat, Jumat, dua pekan lalu.
Ia tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas PBA) TNI AL yang dipusatkan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mamuju.
Dalam satgas tersebut, Lettu Rayendra yang merupakan Co-pilot Helikopter AS 565 MBe Panther HS-4209, heli Antik Kapal Selam (AKS) milik TNI AL.
Ia mendampingi Lettu Laut (P) Baron bersama tiga kru lainnya Serka Sahri, Koptu Edi Tumiyanto serta Kls Slamet.
Rayendra yang merupakan Co-pilot di kabin kemudi heli tempur itu, tentunya berperan penting dalam setiap misi kemanusiaan yang direncanakan Satgas PBA TNI AL.
Pasalnya, berkat keahlian yang dimiliki, Lettu Laut (P) Rayendra berhasil menjangkau penyaluran bantuan ke sejumlah daerah atau desa terisolir akibat gempa.
Seperti di Desa Ulumanda dan Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
Desa berpenduduk 610 kepala keluarga itu, terisolir pasca gempa.
Pasalnya, akses jalan dari kota kecamatan Ulumanda tertimbun material longsor hingga menutupi akses jalan darat menuju ke dua desa tersebut.
Dalam misi penyaluran bantuan ke dua desa itu, Rayendra, Baron dan Sahri sempat menginap di Desa Popenga.
Hal itu dikarenakan, cuaca sedang kurang bersahabat saat hendak kembali ke KRI dr Soeharso.
Selain di desa Ulumanda dan Popenga, Rayendra Cs juga menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, perlengkapan bayi dan obat-obatan ke Desa Kopeang, Kabupaten Mamuju.
Desa berpenduduk 120 kepala keluarga itu, juga terisolir pasca gempa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lettu-laut-p-rayendra-co-pilot-helikopter-as-565-mbe-panther-hs-4209-1.jpg)