Khazanah Islam
Apakah Wudhu Batal Jika Kulit Bersentuhan? Apakah Wudhu Batal Jika Bersentuhan dengan Suami?
Pertanyaan: Apakah Wudhu Batal Jika Kulit Bersentuhan, Batalkah Wudhu Jika Sentuhan Kulit? berikut jawabannya
TRIBUN-TIMUR.COM - Rubrik Tribun Khazanah Islam edisi ini membahas pertanyaan yang sering diajukan soal wudhu.
Wudhu salah satu syarat wajib sebelum menunaikan ibadah Salat bagi umat Islam.
Namun masih banyak yang ragu tentang hal-hal yang bisa membatalkan wudhu.
Seperti pertanyaan ini: Apakah Wudhu Batal Jika Kulit Bersentuhan, Batalkah Wudhu Jika Sentuhan Kulit, apakah wudhu batal jika bersentuhan dengan suami, apakah wudhu batal jika bersentuhan dengan istri ?
Berikut jawabannya:
Madzhab Hanafi
Madzhab Hanafi berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan tidak membatalkan wudhu.
Dalam masalah ini, Madzhab Hanafi menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dengan sanad yang shahih:
وعن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم :كان يصلي وهي معترضة بينه وبين القبلة فإذا أراد أن يسجد غمز رجلها, فقبضتها. رواه البخاري ومسلم.
Dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW melakukan shalat. Sementara Aisyah tidur diantara beliau dan arah kiblat, apabila Nabi SAW hendak sujud beliau geser kaki Aisyah. (HR.Bukhari dan Muslim)
Dan juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi:
عن حبيب ابن أبي ثابت عن عروة عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ. رواه الترمذي وابن ماجه وداود والبيهقي.
Dari Hubaib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium istrinya kemudian keluar untuk shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR.at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi)
Madzhab Maliki
Madzhab Maliki berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan jika disertai dengan sahwat maka membatalkan wudhu, namun jika tidak disertai sahwat maka tidak membatalkan wudhu.