Breaking News:

KA Makassar-Parepare Berlanjut, Sekprov: Stasiun dan Jalan Pendukung Butuh Kepastian

Masyarakat sudah cukup lama menunggu beroperasinya moda transportasi tersebut.

TRIBUN TIMUR/M FADLY
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani saat memimpin Rapat Persiapan Lanjutan Pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Makassar-Parepare, di Toraja Hall Kantor Gubernur, Rabu (20/1/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan jalur Kereta Api (KA) Makassar-Parepare terus berlanjut. Pemerintah sementara mempersiapkan infrastruktur pendukung yang terintegrasi.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov Sulsel) Abdul Hayat Gani, mengatakan, hadirnya KA Trans Sulawesi jalur Makassar-Parepare, bisa memperlancar akses ekonomi.

Masyarakat sudah cukup lama menunggu beroperasinya moda transportasi tersebut.

"Kita ingin melakukan percepatan. Dengan koordinasi yang intens, tentu akan mengurangi miskomunikasi," kata Hayat, saat memimpin Rapat Persiapan Lanjutan Pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Makassar-Parepare, di Toraja Hall Kantor Gubernur, Rabu (20/1/2021).

Ia mengungkapkan, salah satu kendala dalam pembangunan jalur kereta api ini adalah pembebasan lahan.

Selanjutnya, infrastruktur pendukung terintegrasi, seperti stasiun juga jalan menuju stasiun yang harus dituntaskan pemerintah.

"Stasiun harus jelas. Kemudian jalan pendukung. Ini semua butuh kepastian," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, Zulmafendi mengatakan, pembangunan jalur KA Makassar-Parepare menjadi perhatian dan prioritas Menteri Perhubungan.

Bahkan, sebelum datang ke Makassar, ia diwanti-wanti agar proyek tersebut bisa selesai sebelum 2024.

"Akses jalan ke stasiun, angkutan menuju ke stasiun, itu semua harus terintegrasi. Mohon agar ini menjadi perhatian pemerintah daerah," ujarnya.

Ia juga mengevaluasi mengenai proses pembebasan lahan. Dimana saat ini, terdapat 1.600 lebih bidang yang dikonsinyasi dan 800 bidang bisa diselesaikan.

"Pembebasan lahan ini harus terus kita dorong. Pemerintah daerah harus lebih massif melakukan pendekatan ke masyarakat," kata Zulmafendi. 

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kepala BPN Makassar, Wakil Wali Kota Parepare, dan perwakilan pemerintah daerah yang dilalui jalur kereta api Makassar-Parepare.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved