Breaking News:

Vaksinasi Sinovac Sulsel

Vaksinasi Covid-19 Dilakukan di 470 Puskesmas dan 30 Rumah Sakit di Sulsel

Vaksinasi Covid-19 Dilakukan di 470 Puskesmas dan 30 Rumah Sakit di Sulawesi Selatan.

TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Kadis Kesehatan Sulsel Muh Ichsan Mustari 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Muh Ichsan Mustari menyebutkan, vaksinasi pada tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 untuk 24 kabupaten/kota.

Vaksin yang digunakan 66.640 yang kemudian didistribusikan ke kabupaten kota. 

Untuk tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, Januari-Februari 2021. Pada termin pertama dilaksanakan di Makassar, Maros dan Gowa. Selanjutnya, 21 kabupaten/kota lainnya pada bulan Februari 2021. 

"Vaksinasi akan dilakukan di 470 puskesmas dan klinik serta 30 rumah sakit umum daerah Baik pemerintah daerah dan TNI-Polri," kata Ichsan disela sambutan saat Gubernur Sulsel melaunching vaksinasi di RSKD Dadi Jl Lanto Dg Pasewang Makassar, Kamis (14/1/2021).

Vaksinasi dilaksanakan oleh vaksinator yang telah dilatih khusus untuk melakukan vaksinasi Covid-19 ini. 

Vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan telah diuji klinis sampai tiga kali.

Dan oleh itu izin penggunaan dari BPOM berupa sertifikat penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikat halal dan suci dari MUI.

"Perlu kami sampaikan EUA adalah izin yang dikeluarkan oleh BPOM yang diberikan dalam keadaan darurat. Olehnya itu, dalam pemberian vaksin ini, diperlukan beberapa kriteria tertentu, terkait dengan penanganan terhadap yang akan mendapatkan vaksin ini," paparnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin.

Termasuk apakah penerima pernah terkonfirmasi positif atau penyintas, wanita hamil, mengalami penyakit saluran pernapasan selama tujuh hari terakhir.

Ataupun ada keluarga serumah yang kontak erat atau positif ataupun dalam perawatan Covid-19, ada penyakit kelainan darah, jantung, ginjal dan pencernaan.

Selanjutnya, dengan adanya kriteria tersebut maka sangat diharapkan orang yang akan diberikan vaksin ini, untuk memberikan informasi yang jujur dan terbuka terkait keadaan medisnya. 

"Sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pejabat publik penerima vaksin perdana, kami laporkan ada 15 pejabat publik di Sulsel yang telah mendaftar," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, @fadhlymuhammad

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved