Tribun Edukasi
Strategi Penentuan Harga Tanaman Hias, Perhatikan Tiga Pendekatan Ini
Bahkan tak sedikit masyarakat yang mendapat keuntungan dalam jumlah banyak dari tanaman hias.
TRIBUN-TIMUR.COM - Budidaya tanaman hias kita banyak diminati masyarakat selama pandemi.
Bahkan tak sedikit masyarakat yang mendapat keuntungan dalam jumlah banyak dari tanaman hias.
Sehingga wajar jika masyarakat banyak memilihara tanaman hias.
Selain itu, tanaman hias juga nampak mempercantik pekarangan rumah apabila ditata dengan baik.
Dalam buku Pengantar Bisnis (2018) karya Sentot Imam Wahjono, faktor untuk menetapkan harga pokok produksi, di antaranya biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, lokasi, dan lainnya), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja, dan overhead).
Kuantitas produk sangat memengaruhi harga pokok produksi. Semakin besar kuantitas produk, efisiensi bisa ditekan dan harga pokok produksi akan semakin kecil.
Harga Pokok Produksi (HPP) dapat diperoleh dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk produksi. Penetapan Harga Jual Produk (HJP) dimulai dari HPP per unit.
HPP per unit merupakan HPP dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh, dalam satu kali produksi tanaman hias dengan HPP Rp 4 juta dapat menghasilkan 8.000 tangkai bunga.
Maka HPP per tangkainya Rp 4 juta dibagi 8.000 adalah Rp 500. Sedangkan Harga jual adalah HPP ditambah dengan laba yang diinginkan.
Metode penetapan harga produk
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, secara teori terdapat tiga pendekatan penetapan harga produk, yaitu:
Pendekatan permintaan dan penawaran
Dari tingkat permintaan dan penawaran ditentukan harga keseimbangan dengan mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen.
Sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
Pendekatan biaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pembudidaya-tanaman-hias-merawat-kaktusnya-di-kawasan-hutan-pinus-malino2.jpg)