Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN TIMUR WIKI

Prof Abdul Muthalib Gemetaran Suntik Vaksin Pertama untuk Jokowi, Sosoknya dan Karir Menterengnya

Prof Dr Abdul Muthalib langsung menjadi pembicaraan saat melakukan penyuntikkan vaksin Virus Corona pertama untuk Presiden Joko Widodo

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
/Kolase Tribunnewsmaker.com
Profesor Abdul Muthalib jadi penyuntik vaksin Presiden Jokowi 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Sosok pria ini menjadi perbincangan warganet.

Ia adalah orang yang berani menyuntikkan vaksin pada tubuh orang nomor satu di Indonesia Presiden Joko Widodo.

Tak hanya itu, Jokowi merupakan orang pertama yang disuntik vaksin Virus Corona.

Ya lantas banyak pula yang gagal fokus dengan tangan gemetaran yang menyuntik tersebut.

Siapa kah dia?

Ia adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Dr Abdul Muthalib.

Ia mengakui dirinya gemetaran karena menjadi orang pertama yang menyuntikkan Covid-19 kepada orang pertama penerima vaksin yaitu Presiden Jokowi.

Namun, ia memastikan tak ada masalah dalam proses penyuntikan tersebut.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa juga. Tapi, hal itu tidak menjadi halangan buat saya untuk menyuntikannya. Saat menyuntikannya tidak ada masalah, tidak gemetaran lagi pas menyuntikannya, pertamanya saja gemetarannya. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali saat menyuntikannya," ujar Prof Abdul Muthalib.

Dari proses vaksinasi Presiden Jokowi, terlihat Wakil Ketua Dokter Kepresidenan gemetar saat menyuntikan vaksin ke Presiden Jokowi.

Hal itu pun menjadi pertanyaan bagi netizen dan pemirsa yang menonton proses vaksinasi tersebut.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi disuntik perdana vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (13/1/2021) pukul 09.45 WIB.

Adapun, Presiden Jokowi disuntik oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib mengatakan, proses penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Jokowi berhasil dilakukan tanpa rasa sakit.

"Saya gosok alkohol (sebelum penyuntikan) seperti biasa."

"Setelah saya suntik, bapak (Presiden Jokowi) tidak terasa sakit sedikit pun."

"Alhamdulillah saya berhasil menyuntik presiden tanpa rasa sakit," kata Abdul Muthalid, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1/2021).

Rupanya, proses vaksinasi yang dilakukan oleh Profesor Abdul kepada Presiden Jokowi menuai sorotan publik.

Sebab, tangan sang profesor tampak gemetar saat menyuntikkan vaksin di lengan kiri Presiden Jokowi.

Kendati demikian, ia mengaku tangannya yang gemetar itu tidak menimbulkan masalah saat proses vaksinasi dilakukan.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentu ada rasa (deg-degan) juga."

"Tapi, masalah itu tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran," tambah Abdul.

Ia pun menjelaskan, proses vaksinasi kepada Presiden Jokowi berjalan dengan lancar, bahkan tidak menimbulkan pendarahan di bekas suntikannya.

"(Proses vaksinasi) baik, lancar, tidak ada masalah, bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya," jelasnya.

Lantas, siapakah sosok Profesor Abdul yang menjadi penyuntik vaksin Covid-19 Presiden Jokowi ini?

Dikutip dari laman resmi Universitas Indonesia, rupanya Profesor Abdul Muthalib ini tercatat sebagai salah satu Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ia juga merupakan satu di antara anggota dari tim dokter kepresidenan.

Diketahui, sosok Abdul Muthalib dikenal sebagai ahli penyakit dalam, terutama dalam bidang hematologi-onkologi.

Ia mengaku, ketertarikannya di dunia kedokteran berawal dari kepeduliannya terhadap insiden kanker payudara yang semakin banyak di Indonesia dan belum ada obatnya.

Kemudian, ia menempuh pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada 1969.

Ia pun melanjutkan pendidikan spesialisas dengan mengambil ilmu penyakit dalam di institusi yang sama hingga lulus pada 1986.

Setelah lulus, Abdul Muthalib menjadi konsultan hematologi-onkologi medik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan FKUI pada 1986.

Ia juga tercatat menjadi anggota dari organisasi International Society of Hematology (ISH).

Juga, menjadi supervisor organisasi International Society of Thrombosis and Haemostasis (ASTH) hingga saat ini.

Selama berkarier di dunia kedokteran, Profesor Abdul juga sempat menerima penghargaan.

Ia sempat mendapatkan penghargaan Asian Clinical Oncology Society pada 1999 lalu.

Bahkan, ia juga membuat sejumlah karya ilmiah.

Satu di antaranya, penelitian berjudul "Preliminary Resulth of Multicenter Phase II Trial of Docetaxel in Combination with Doxorubicin as First Line Chemotherapy in Indonesia Patiens with Advanced or Metastatic Breast Cancer".

Adapun, penelitian tersebut telah dimuat dalam jurnal Japanese Journal of Cancer and Chemotherapy pada 2000 lalu.

Terakhir, Ia juga disebut aktif menulis buku seputar penanganan kanker payudara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved