Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Modus Baru Perdagangan Wanita di Makassar, Jadi Kepala Keluarga di KK Palsu

Awalnya, korban ditampung di salah satu penginapan di dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/IKHSAN
Kepala P2TP2A Makassar, Tenri A. Palallo. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), mengungkap fakta baru dalam kasus perdagangan manusia di Kota Makassar. 

Dari pengakuan korban, sindikat ini memalsukan identitasnya seolah dia sudah dewasa. Padahal masih berumur di bawah 17 tahun. Saat ini Korban sudah ditampung di rumah aman.

"KTP korban dipalsukan, saya lihat sudah 17 tahun. Ini juga ada kejanggalan dalam kartu keluarga (KK), dia menjadi kepala keluarga. Kami sudah berkoordinasi dengan Discapil selesaikan persoalan ini," ujar Kepala P2TP2A Makassar, Tenri A. Palallo, Jumat (8/1/2021).

Lanjutnya, rencananya korban akan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial di Ambon.

Untungnya, korban berhasil lolos dan melarikan diri dari pelaku. 

Awalnya, korban ditampung di salah satu penginapan di dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Ini jelas Human Traficking atau usaha perdagangan orang. Anak ini rencana akan dipekerjakan di tempat hiburan," jelasnya.

Tenri menegaskan, dengan adanya tanda tangan dan pergantian uang. Ini modus dan menurutnya adalah kelakuan buruk.

"Karena ada tanda tangan, pemalsuan dan sebagainya. Ini modus kelakukan buruk, kita harus sama-sama berantas," lanjutnya

P2TP2A Makassar pun telah berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar, untuk mendalami kasus ini. 

Pihaknya telah mendatangkan psikolog untuk memeriksakan kejiwaan korban. 

Kemudian, korban akan ditempatkan sementara di rumah aman, untuk proses asesment.

"Sementara tim kami melakukan asesment, itu kami akan mendatangkan psikolog sempat ada gangguan jiwa. Sekarang sudah di rumah aman," ungkapnya.

Pelaku lanjut Tenri sudah terbang ke Ambon. Sementara polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Sudah di BAP kan Polisi. Ini masih dalam pengembangan," tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved