Tribun Edukasi
Mengintip Wirausaha dengan Objek Budaya Lokal
Berwirausaha adalah salah satu alternatif yang bisa dilakukan saat ini.Apalagi saat ini, masyarakat sedang menghadapi pandemi covid-19.
TRIBUN-TIMUR.COM - Berwirausaha adalah salah satu alternatif yang bisa dilakukan saat ini.
Apalagi saat ini, masyarakat sedang menghadapi pandemi covid-19.
Tak sedikit pekerja harus terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tempat ia bekerja.
Banyak sekali ide dan jenis usaha untuk dikembangkan, salah satunya budaya tradisional yang ada di lingkungan masyarakat.
Setiap jenis budaya tradisional baik nonbenda dan benda dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan.
Semua daerah di Indonesia dapat mengembangkan kerajinan khas daerah dengan inspirasi budaya tradisional masing-masing.
Kekayaan budaya tradisi Indonesia menjadi kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber inspirasi yang tidak terbatas.
Budaya tradisonal
Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, budaya tradisional dikelompokkan menjadi dua, yaitu
1. Budaya nonbenda, seperti pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat.
2. Budaya artefak atau obyek budaya, di antaranya pakaian daerah, benda tradisional, senjata, rumah adat, dan masih banyak lainnya.
Kedua jenis budaya tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dari pembuatan kerajinan. Contohnya Tari Belian Bawo dari Suku Dayak Benuaq, setelah diadaptasi menjadi tarian, tari ini sering dibawakan pada acara-acara penerimaan tamu dan acara kesenian.
Upacara, tarian, dan musik merupakan budaya nonbenda. Sedangkan pakaian, perlengakapan upacara, dan alat musik merupakan produk obyek budaya.
Perencanaan usaha kerajinan
Dalam buku Metode Pengembangan Desain Produk Kriya Berbasis Budaya Lokal (2020) karya Amrizal dan kawan-kawan, meski budaya tradisional sudah ada di lingkungan, perencanaan usaha tetap dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/limbah-kayu-pinisi-jadi-kerajinan-tangan-dengan-harga-yang.jpg)