Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO: Polres Pelabuhan Makassar 'Pesantrenkan' Pelaku Tawuran

sejak November 2020 hingga saat ini, telah terjadi belasan hingga puluhan kali aksi tawuran

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "Ada dua faktor aksi kejahatan itu terjadi. Pertama karena ada niat, kedua karena adanya kesempatan," kata Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Pernyataan itu mengonfirmasi maraknya aksi tawuran yang belakangan terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar.

Terhitung sejak November 2020 hingga saat ini, telah terjadi belasan hingga puluhan kali aksi tawuran atau perang kelompok.

Polres yang membawahi tiga kecamatan di Utara Kota Makassar (Tallo, Ujung Tanah dan Sanggarrang) itu, pun harus bekerja ekstra melakukan penanganan.

Mulai dari tindakan persuasif, pembubaran dan melalui pendekatan tokoh agama, hingga represif atau penangkapan.

Tak ayal, puluhan pelaku tawuran yang didominasi usia remaja belasan tahun, pun berhasil ditangkap.

Mereka yang tertangkap dibawa ke Mapolres Pelabuhan Makassar.

Lazimnya, pelaku tawuran itu menjalani proses hukum. Seperti kepemilikan senjata tajam busur atau anak panah, ataukah membuat resah masyarakat.

Namun, proses hukum untuk kasus kategori 'kenakalan remaja' itu dianggap tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Lantaran, karakter usia remaja dianggap perlu pembinaan mental. Bukan pemenjaraan.

"Kalau dipenjara, bisa saja lepas bebuat lagi. Karena tidak semua yang dipenjara itu bisa bertaubat," ujar AKBP Kadarislam Kasim saat ditemui di kantornya, Jl Ujung Pandang, Makassar, Selasa (5/1/2021) siang.

Ia pun mencoba cara lain dari pemenjaraan, agar para pelaku tawuran yang ditangkap dapat bertaubat.

Terlebih, kapasitas sel tahanan di Polres Pelabuhan yang terbatas dan ditambah masa pandemi yang menganjurkan tidak menimbulkan kerumunan dalam sel.

Cara lain yang dilakukan yaitu, dengan memondokkan para pelaku tawuran.

Mereka dibina sebulan lamanya dengan pendekatan spritual atau agama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved