Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dikira Kecelakaan Motor, Tangan Perawat Ini Putus Kena Pisau Pemotong Rumput Lepas

Setelah diselidiki penyebab tangan kanan korban putus karena terkena mata pisau pemotong rumput.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
Kolase Serambinews.com/ Facebook/Istimewa
Anna Mutia (28) perawat di RSU Teungku Peukan, Abdya yang meninggal dengan kondisi tangan kanannya putus terkena mata mesin potong rumput 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mengenaskan seorang perawat meninggal dunia dengan kondisi tangan kanan putus.

Setelah diselidiki penyebab tangan kanan korban putus karena terkena mata pisau pemotong rumput.

Kronologi

Awalnya, korban Anna Mutia (28) dikira meninggal karena kecelakaan tunggal.

Setelah mendapat laporan kemudian polisi melakukan penyedikan.

Hasilnya diketahui pelakunya.

Namun dari keterangan pelaku, kejadian itu tidak disengaja.

Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi STP, menjelaskan peristiwa itu adalah murni kecelakaan

"Ini murni kecelakaan kerja, tidak ada unsur kesengajaan," tegasnya.

Karena, katanya, saat kejadian pelaku AB sedang bekerja membersihkan rumput di kebunnya menggunakan mesin pemotong.

Tiba-tiba sebagian pisau pemotong lepas hingga terbang dan mengenai tangan kanan Anna yang sedang melintas di kawasan tersebut.

Tak lama kemudian, tiba-tiba AB mendengar suara jeritan Anna yang meminta tolong diikuti suara sepeda motor yang jatuh.

Mendengar suara tersebut, AB pun ke luar dari kebun menghampiri korban yang sudah tergeletak di atas aspal.

Saat tiba ke lokasi itu, AB melihat di tangan kanan korban ada serpihan mata pisau pemotong rumput miliknya yang copot. 

Karena ketakutan, AB pun segera mencabut dan membuang mata pisau tersebut, tanpa dilihat oleh teman Anna yang awalnya sudah melaju ke depan dan kembali ke lokasi sesuai mendengar jeritan Anna.

"Karena ketakutan, pelaku berusaha mencabut pisau yang nyangkut di lengan korban," terangnya.

Melihat kondisi tangan korban terputus, sebut Erjan, sehingga AB membuang serpihan pisau tersebut ke bekas lahan kebun jagung yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Jaraknya hanya berkisar 8 meter, dari lintasan jalan aspal," ungkapnya.

Erjan menambahkan, alasan AB membuang serpihan besi pemotong rumput itu, karena merasa ketakutan.

"Bahkan, karena merasa ketakutan, beliau juga menanam mesin pemotong rumput di kebun sawit di belakang rumahnya, sesuai menggantikan dengan mata pisau yang baru," pungkasnya.

Ditetapkan Tersangka

Polres  Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menetapkan AB (65) sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Anna Mutia (28) perawat Rumah Sakit Tengku Peukan (RSUTP) yang ditemukan dalam kondisi tangan kanannya putus total.

AB dinilai bertanggung jawab atas meninggalnya ibu satu anak tersebut, seusai mata potong rumput miliknya copot hingga terbang dan mengenai lengan kanan korban, Senin (28/12/2020) pagi lalu.

Akibatnya, Anna tergeletak dan tidak sadarkan diri di atas jalan Dusun Ingin Jaya, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh, Senin (28/12/2020) pagi.

Atas peristiwa itu, perawat yang bertugas di ruang paru itu, tak hanya kehilangan tangan kanannya, namun juga harus kehilangan nyawa.

 Sebelum meninggal dunia, korban sempat dievakuasi dari lokasi kejadian ke Ruang IGD RSUTP Abdya, berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian.

Setelah sempat ditangani di Ruang IGD RSUTP Abdya dan mendapat transfusi darah, korban Anna Mutia kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban dirujuk dalam keadaan lemah lantaran terlalu banyak mengeluarkan darah.

“Korban dirujuk ke Banda Aceh, sekitar pukul 11.30 WIB, tadi,” kata Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB dihubungi Serambinews.com.

Potongan lengan sebelah kanan korban juga dibawa.

Lengan Anna sempat disambung.

Namun belakangan dilepas kembali karena infeksi.

Namun tak lama dirawat di RSUZA Banda Aceh, Anna dipanggil yang maha kuasa.

Korban meninggal Selasa (5/1/2021) pagi sekitar pukul 07.15 WIB.

Fajri, suami korban yang dikorfirmasi tentang kabar duka itu, membenarkan bahwa sang istri telah meninggal dunia.

"Iya benar," ujar Fajri, suami Anna Mutia kepada Serambinews.com, Selasa (5/1/2021).

Menurut Fajri, sang istri menghembuskan nafas terakhir, Selasa (05/01/2021) sekira Pukul 7:15 WIB.

"Sekitar pukul 7 lewat atau sekira Pukul 7:15 WIB gitu," sebutnya.

Sejak masuk ke ruang ICU RSUZA Banda Aceh, kata Fajri, Anna Mutia belum sadarkan diri, sehingga pihaknya belum mendapatkan informasi apa-apa tentang apa penyebab tangan kanan istrinya tersebut bisa putus.

Sebelum menghadap kepada ilahi, tangan Anna yang sempat disambung oleh tim dokter RSUZA, harus dicopot kembali.

Tangannya dicopot kembali setelah dinyatakan tidak berfungsi, karena aliran darahnya tidak mengalir dengan baik. 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved