Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dikira Kecelakaan Motor, Tangan Perawat Ini Putus Kena Pisau Pemotong Rumput Lepas

Setelah diselidiki penyebab tangan kanan korban putus karena terkena mata pisau pemotong rumput.

Editor: Imam Wahyudi
Kolase Serambinews.com/ Facebook/Istimewa
Anna Mutia (28) perawat di RSU Teungku Peukan, Abdya yang meninggal dengan kondisi tangan kanannya putus terkena mata mesin potong rumput 

"Karena ketakutan, pelaku berusaha mencabut pisau yang nyangkut di lengan korban," terangnya.

Melihat kondisi tangan korban terputus, sebut Erjan, sehingga AB membuang serpihan pisau tersebut ke bekas lahan kebun jagung yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Jaraknya hanya berkisar 8 meter, dari lintasan jalan aspal," ungkapnya.

Erjan menambahkan, alasan AB membuang serpihan besi pemotong rumput itu, karena merasa ketakutan.

"Bahkan, karena merasa ketakutan, beliau juga menanam mesin pemotong rumput di kebun sawit di belakang rumahnya, sesuai menggantikan dengan mata pisau yang baru," pungkasnya.

Ditetapkan Tersangka

Polres  Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menetapkan AB (65) sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Anna Mutia (28) perawat Rumah Sakit Tengku Peukan (RSUTP) yang ditemukan dalam kondisi tangan kanannya putus total.

AB dinilai bertanggung jawab atas meninggalnya ibu satu anak tersebut, seusai mata potong rumput miliknya copot hingga terbang dan mengenai lengan kanan korban, Senin (28/12/2020) pagi lalu.

Akibatnya, Anna tergeletak dan tidak sadarkan diri di atas jalan Dusun Ingin Jaya, Gampong Ujong Padang, Kecamatan Susoh, Senin (28/12/2020) pagi.

Atas peristiwa itu, perawat yang bertugas di ruang paru itu, tak hanya kehilangan tangan kanannya, namun juga harus kehilangan nyawa.

 Sebelum meninggal dunia, korban sempat dievakuasi dari lokasi kejadian ke Ruang IGD RSUTP Abdya, berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian.

Setelah sempat ditangani di Ruang IGD RSUTP Abdya dan mendapat transfusi darah, korban Anna Mutia kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban dirujuk dalam keadaan lemah lantaran terlalu banyak mengeluarkan darah.

“Korban dirujuk ke Banda Aceh, sekitar pukul 11.30 WIB, tadi,” kata Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB dihubungi Serambinews.com.

Potongan lengan sebelah kanan korban juga dibawa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved