Penanganan Covid
Ahli Molekuler Ungkap Vaksin Sinovac Dibuat dari Ginjal Monyet Hijau Afrika, Halalkah?
Ahli Molekuler mengungkap Vaksin Sinovac terbuat dari ginjal Monyet Hijau Afrika. Apakah itu halal?
"Di mana adenovirus direkayasa sehingga membawa gennya ke spike protein. Sehingga nanti saat dia (vaksin) masuk ke sel manusia, sel manusia akan membentuk protein spike dan akan timbul antibodi," terang dia.
Di beberapa grup whatsApp dan internet beredar berita yang cukup heboh perihal kandungan vaksin Covid-19 Sinovac yang tercantum dalam kemasan.
"Ini adalah bentuk sel Vero yang berasal dari ginjalnya si monyet."
Garis keturunan 'Vero' diisolasi dari sel epitel ginjal yang diekstraksi dari monyet hijau Afrika (Chlorocebus sp.; sebelumnya disebut Cercopithecus aethiops).
Silsilah tersebut dikembangkan pada 27 Maret 1962, oleh Yasumura dan Kawakita di Universitas Chiba di Chiba, Jepang.
Garis sel asli diberi nama "Vero" yang merupakan singkatan dari verda reno yang dalam bahasa Esperanto berarti "ginjal hijau", ini merujuk pada ginjalnya kera hijau.
Sedangkan vero sendiri berarti "kebenaran" dalam bahasa Esperanto.
"Sel ini sangat berguna untuk kepentingan vaksin karena mudah sekali infeksi," jelas Ahmad.
Selanjutnya setelah selnya tumbuh, partikel-partikel virus yang jumlahnya jutaan akan diinaktivasi dengan propiolactone.
Tujuannya agar genom dari virus rusak sehingga saat virus menginfeksi, dia tidak akan dapat berkembang biak.
Setelah itu akan terjadi apa yang disebut filtrasi bertingkat.
"Ahli fiqih mengatakan sudah ada delusi. Jadi nanti dari produk vaksin finalnya, tidak ada lagi barang-barang yang perlu dikhawatirkan," papar Ahmad.
Dia menjelaskan, ketika virus sudah difiltrasi, tidak ada lagi komponen seperti sel kera, sesuatu yang mengandung babi, dan sebagainya.
"Dan tidak mungkin BPOM akan memberikan izin digunakan untuk vaksinasi, tanpa diuji keamanannya," tutupnya.
Berikut video Pak Ahmad:
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Kandungan dalam Kemasan Vaksin Sinovac, Benarkah Tidak Halal?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/05/133000523/viral-kandungan-dalam-kemasan-vaksin-sinovac-benarkah-tidak-halal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasim05012021.jpg)