Breaking News:

Public Service

Rusak Jalan, Pengairan dan Sawah, Warga Minta Aktivitas Tambang Batu Bara di Lamuru Dihentikan

Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrempulu dan Desa Mattampawalie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, menimbulkan kerusakan.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Dampak aktivitas tambang batu bara di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan 

TRIBUNBONE.COM, LAMURU - Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrempulu dan Desa Mattampawalie, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menimbulkan kerusakan.

Seorang warga inisial A, mengatakan tambang batu bara yang telah beroperasi puluhan tahun telah menimbulkan kerusakan. 

"Aktivitas tambang batu bara hanya menyusahkan warga. Sawah dan jalanan rusak," katanya Minggu (3/1/2021).

Aktivitas tambang yang berada dekat area persawahan membuat sawah warga longsor. 

Tak hanya itu, sistem pengairan sawah juga rusak. Akibatnya, hasil panen menurun.

"Galian tambang didekat sawah warga, membuat sawah longsor. Pengairan sawah juga rusak dan pihak penambang tidak ada yang ingin bertanggung jawab," kesalnya.

Jalan di desa tersebut pun rusak akibat aktivitas truk pengangkut material batu bara yang melintas.

"Jalan rusak. Kondisinya jalan berlubang dan berdebu," keluh warga inisial A.

Ia meminta agar seluruh pihak terkait turun tangan dan mengentikan aktivitas tambang batu bara ini.

"Kami sebagai warga meminta instansi terkait untuk menghentikan aktivitas tambang, karena hanya menimbulkan kerusakan," pintanya.(*)

Laporan Wartawan TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved