Khazanah Sejarah
Khazanah Sejarah, Pelestarian Kalindada Pantun Mandar Sebagai Lokal Wisdom
Artinya, pantun di daerah ini sudah sangat membudaya dari remaja sampai orang tua.
Oleh
Ahmad M Sewang
Cendekiawan Muslim/Ketua Umum DPP IMMIM
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada perjalanan ke UIN Sultan Kasim Pekanbaru melaksanakan tugas BAN PT untuk men-visitasi pada salah satu prodinya pada tahun 2007.
Belum saja lama mendarat di Air Port sudah dapat panggilan dari Dirjen Pendidikan Islam, Prof Muhammad Ali, agar segera kembali ke STAIN Sultan Kaimuddin Kendari untuk serah terima jabatan, sebagai pejabat lama ke pejabat baru, Dr Nur Alim yang baru saja terpilih sebagai ketua.
Waktu itu, saya minta waktu dua hari untuk menyelesaikan tugas visitasi.
Pertama yang terpikir, saya harus membuat pantun perpisahan, sebab tidaklah terkesan jika sebuah perpisahan di Indonesia tanpa dibumbui pantun.
Pantun sudah menjadi budaya nasional bahwa setiap pidato dalam seminar, muktamar, dan musyawarah selalu saja ada pantunnya.
Saya merasa ketika itu, tidaklah sulit, sebab saya berada di pusat daerah berbudaya pantun Melayu.
Tinggal saya bertanya pada para dosen, di mana saya bisa memperoleh buku kumpulan pantung paling masyhur di tana Riau.
Ternyata dengan mudah saya temukan di toko buku di Pekanbaru.
Sebagai asesor, dengan mudah pula meminta bantuan kepada salah seorang dosen membuatkan pantung perpisahan.
Tidak cukup sehari saya sudah diantarkan ke tempat penginapan di Hotel sebuah pantung Melayu berbahasa Bugis yang nampaknya dibuat oleh dosen berasal dari daerah Bugis yang sudah bertahun bermukim di sana.
Tentu saja saya sangat puas dan gembira tak terkira.
Artinya, pantun di daerah ini sudah sangat membudaya dari remaja sampai orang tua.
Tidak heran jika kedatangan saya di Pekanbaru disambut dengan pantun dan kepulangan saya diantar dengan sebuah pantun.
Kebetulan sekarang ini, saya sedang membimbing seorang mahasiswa dari Mandar, Darmansyah, di PPS UIN Alauddin yang menulis pantun kalinda'da' berjudul, "Kalinda'da' sebagai Media Penyebaran Islam di Mandar." Saya menyarankan beberapa hal untuk dipertimbangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-m-sewang-ma-8.jpg)