Breaking News:

Public Service

Membahayakan Warga, Jembatan Gantung Penghubung Pakkasalo-Mallusetasi Miring 45 Derajat

Aliansi Pemuda Desa Mallusetasi, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendatangi Kantor DPRD Bone.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
ist
Kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Pakkasalo dan Desa Mallusetasi, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Aliansi Pemuda Desa Mallusetasi, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendatangi Kantor DPRD Bone, Kamis (17/12/2020).

Mereka mewakili warga Desa Mallusetasi menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan gantung di Desa Pakkasalo. 

Kedatangan mereka diterima oleh anggota DPRD Bone, Indra Jaya, Saipullah Latif dan Adriani Alimuddin Page.

Koordinator lapangan, Muhammad Fadhil Alghi Farid mengatakan jembatan yang menghubungkan Desa Pakkasalo dengan Desa Mallusetasi kondisinya saat ini miring sekira 45 derajat.

"Tiang pejangga sudah ada yang putus dan tidak bisa digunakan lagi. Jika tidak segera diperbaiki, satu bulan ke depan jembatan dikhawatirkan akan putus dan tidak bisa dilewati," keluhnya .

Jembatan ini dibangun sejak 1980-an. Sejak berdirinya, tidak pernah dilakukan rehabilitasi. 

Tali gantung jembatan tidak pernah diganti dan diperbaiki. Hanya, alas jembatan yang terbuat dari kayu yang bisa diperbaiki. Itupun dari hasil swadaya masyarakat.

Padahal, kata Fadhil, jembatan ini akses utama warga menuju ibu kota Kecamatan Sibulue. Terdapat jalur alternatif, tapi jaraknya jauh.

"Jika lewat jembatan ini untuk ibu kota kecamatan hanya tujuh menit. Kalau jalan alternatif, harus memutar jauh. Mungkin satu jam baru tiba di ibu kota kecamatan. Apa lagi ke Kota Watampone," tuturnya.

Selain itu, jembatan ini merupakan akses warga dalam perekonomian. Hasil perikanan warga diangkut menggunakan motor lewat jembatan ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved