Bingung Soal Rapid Test Antigen Antibodi? Ini Kata Ahli Wabah, Mana Lebih Baik? Kenapa?
Bingung Soal Rapid Test Antigen Antibodi? Ini Kata Ahli Wabah, Mana Lebih Baik? Kenapa?
TRIBUN-TIMUR.COM- Saat ini ramai pembahasan mengenai rapid test antigen antibodi.
Pasalnya, rapid test antigen kini menjadi persyaratan masuk ke kota di era pendemi, termasuk Jakarta.
Kenapa harus rapid test antigen?
Penggunaan rapid test yang masih dijadikan acuan untuk memeriksa antibodi pun dinilai kurang akurat untuk melihat adanya Virus Corona yang ada dalam tubuh.
Hal tersebut diungkapkan ahli wabah dari Universitas Indonesia, Pandu Riono beberapa waktu lalu.
Pandu menjelaskan, kurva penyebaran Covid-19 yang masih terlihat fluktuatif karena persoalan testing.
"Kapasitas testing kita terbatas. Nah, testing yang terlambat sangat merugikan dalam mengatasi pandemi,"katanya.
Menurutnya, jumlah testing per 1 juta penduduk Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 103 tes per 1 juta penduduk. Angka penularan Covid-19 di Indonesia juga masih tinggi.
Oleh karena itu, seharusnya mencari orang yang 'membawa' virus harus menjadi fokus saat ini.
Satu-satunya cara untuk mendeteksi mereka hanyalah dengan testing. Pasalnya, sebagian besar tidak menunjukkan gejala.
Pandu menilai, dalam proses pemeriksaan tersebut terdapat banyak jeda yang menjadi peluang penyebaran Virus Corona lebih banyak.
Mulai dari proses pengambilan swab, pemeriksaan di laboratorium, hingga pembuatan laporan hasil swab pasien.
"Kalau saya tegas dari awal, hentikan tes antibodi. Apa penggantinya? sekarang sudah ada antigen, sama cepatnya dan bisa mendeteksi orang-orang yang membawa virus,"katanya.
Diketahui WHO pun telah menyetujui tes antigen untuk mendeteksi adanya infeksi virus.
Tes antigen dinilai lebih akurat ketika orang tersebut berada pada tahap awal infeksi Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/cek-update-sebaran-corona-indonesia-hari-ini.jpg)