Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Belajar Bahasa Indonesia: Membedakan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif, Beserta Contohnya

Berdasarkan relasi antara subyek, predikat, dan nilai maknanya, kalimat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aktif dan pasif.

Editor: Hasriyani Latif
Kompas.com
Berdasarkan relasi antara subyek, predikat, dan nilai maknanya, kalimat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aktif dan pasif. 

Verba aktif, misalnya makan, minum, masak, dan sejenisnya.

Verba aktif yang dapat ditautkan dengan obyek jumlahnya terbatas.

Contoh:

  • Feni mencuci sepatu.
  • Siswa kelas IX mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia.
  • Yudi masak semur.

2. Kalimat aktif tidak berobyek

Kalimat aktif tidak berobyek disebut juga kalimat intrasinitif.

Kalimat jenis ini tidak membutuhkan kehadiran obyek atau keterangan.

Kalimat aktif tanpa obyek, tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD, Soalnya: Apa yang Kamu Ketahui Tentang Sultan Hasanuddin?

Baca juga: Belajar Bahasa Inggris: Perbedaan Adverbs dan Adverbials Lengkap Contohnya Dalam Kalimat

Predikatnya dapat berupa dengan awalan me-, ber-, atau verba aktif.

Verba aktif, misalnya datang, pergi, masuk, kembali, pulang, bangkit, dan sejenisnya.

Jumlah verba aktif yang dapat ditautkan pada kalimat jenis ini jumlahnya lebih banyak.

Contoh:

  • Yudi memasak di dapur.
  • Nenek berolahraga setiap pagi.
  • Dewo pulang ke Makassar.

Kalimat Pasif

Mengenali kalimat pasif lebih mudah karena predikatnya mengandung imbuhan di-, ter-, serta ke- dan -an.

Subyek dalam kalimat pastif bukan sebagai pelaku, melainkan sasaran perbuatan.

Pada beberapa kalimat pasif, subyek tidak terlihat atau terselubung tetapi tetap memenuhi syarat keutuhan kalimat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved