Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Merger Bank Syariah Indonesia Miliki Aset Rp 214,6 Triliun

Di samping itu, Bank Hasil Penggabungan akan menyasar investor global lewat produk-produk Syariahyang kompetitif dan inovatif. 

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
ist
Merger Bank Syariah Indonesia 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Hasil Penggabungan nanti akan memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebihdari Rp20,4 triliun. 

Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalamdaftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.

Top 10 bank syariah terbesar di dunia darisisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan. 

Selain memiliki aset dan modal inti besar, Bank Hasil Penggabungan juga akan didukung dengankeberadaan lebih dari 1.200 cabang, 1.700 jaringan ATM, serta didukung 20.000 lebih karyawan diseluruh Indonesia.

Digadang-gadang, Bank Hasil Penggabungan akan mampu memberikan layanan finansial berbasis syariah, layanan sosial bahkan spiritual bagi lebih banyak nasabah. 

Di segmen ritel, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islamiseperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF), produk layananberbasis emas, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya. 

"Semuanya berlandaskan prinsip syariah yang didukung oleh kualitas digital banking dan layanan kelas dunia," kata Hery Gunardi, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN.

Sementara dari segmen korporasi dan wholesale, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki kemampuan untuk masukke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan Syariah. 

Selain itu, kata Hery, Bank Hasil Penggabungan juga diyakini akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yangberskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. 

Di samping itu, Bank Hasil Penggabungan akan menyasar investor global lewat produk-produk Syariahyang kompetitif dan inovatif. 

Segmen UKM dan Mikro 

Direktur Utama BRISyariah Ngatari membeberkan, pada segmen UKM dan Mikro, Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada parapelaku UMKM.

"Melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baiksecara langsung maupun melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia," katanya. 

Untuk diketahui, Bank Hasil Penggabungan akan tetap berstatus sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa EfekIndonesia dengan ticker code BRIS. 

Komposisi pemegang saham pada Bank Hasil Penggabungan adalahPT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 51,2 persen , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0 persen, PTBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved