Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenang Sosok Munir, Aktivis HAM yang Kematiannya Masih Misteri

Munir dikenal sebagai sosok pejuang, bahkan setelah 16 tahun setelah menutup usia, pada 7 September 2004 silam.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Kompas
Mengenang Sosok Munir, Aktivis HAM yang Kematiannya Masih Misteri 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Pada momen Hari Hak Asasi Sedunia (HAM) 10 Desember 2020 tak lengkap rasanya jika tak mengenang sosok pejuang HAM.

Di Indonesia, salah satu nama yang terus terkenang dgan dikenal sebagai aktivis HAM adalah Munir.

Ia merupakan tokoh pejuang HAM yang kematiannya penuh misteri.

Ia lahir pada 8 Desember 1965 di Malang, dengan nama lengkap Munir Said Thalib.

Dua hari menjelang Hari HAM Sedunia.

Dilansir dari Tribun Manado, hingga hari ini, Munir dikenal sebagai sosok pejuang, bahkan setelah 16 tahun setelah menutup usia, pada 7 September 2004 silam.

Sebagai seorang aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir banyak menangani berbagai kasus, terutama kemanusiaan dan pelanggaran HAM.

Namun, kematian Munir masih menjadi sebuah misteri hingga sekarang. Pendiri Imparsial dan aktivis Kontras itu tewas di pesawat terbang ketika bertolak ke Amsterdam, Belanda untuk melanjutkan studi.

Munir tewas dibunuh setelah hasil otopsi menyebutkan bahwa ada racun arsenik di dalam tubuhnya. Munir dibunuh di udara.

Mengenal sosok Munir

Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 Desember 1965. Dia berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) dan terkenal sebagai seorang aktivis kampus.

Berkat ketekunannya, Munir dipilih rekan-rekannya untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unibraw pada 1998, Koordinator wilayah IV Asosiasi Mahasiswa Hukum Indonesia.

Munir juga merupakan anggota Forum Studi Mahasiswa untuk Pengembangan Berpikir, Sekretaris Dewan Perwakilan Mahasiswa Hukum Unibraw, dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pengalaman menjadi aktivis pada masa mudanya menghadirkan keseriusan Munir terhadap masalah hukum dan pembelaan terhadap sejumlah kasus.

Dia pernah menjadi seorang Dewan Kontras (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). Kontras merupakan sebuah kelompok yang dibentuk oleh sejumlah LSM seperti LPHAM, Elsam, CPSM, PIPHAM, AJI, dan sebuah organisasi mahasiswa PMII.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved