Breaking News:

Pilkada Pangkep 2020

Dua Kecamatan di Pangkep Tanpa Jaringan Internet

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulsel Muh Asram Jaya saat ditelepon baru tiba di Makassar

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, Muhammad Asram Jaya 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang pemilihan kelala daerah (Pilkada) Serentak Rabu, (9/12/2020), Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) mendapati kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 270 daerah yang menyelenggarakan pemilihan berada pada titik rawan tinggi dan rawan sedang. Tidak satu pun daerah berada pada kondisi rawan rendah.

Khusus di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) 2020 Kabupaten/Kota hingga Sabtu (5/12/2020) terjadi di Makasaar, Maros dan Mamuju.

Itu berdasarkan empat dimensi yang dlihat, yakni konteks sosial politik, penyelenggara pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi politik.

Namun, selain dimensi tersebut, Bawaslu juga memerhatikan nilai isu yang terjadi di masyarakat. Diantaranta pilitik uang, jaringan internet, hak pilih, penolakan karena Covid-19 dan konteks pandemi Covid-19.

Khusus isu jaringan internet berkerawanan tinggi terjadi di Mamuju, Luwu Utara, Tana Toraja, Kepulauan Selayar dan Pangkep.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulsel Muh Asram Jaya saat ditelepon baru tiba di Makassar, dari Luwu Utara.

"Ke sana awasi logistik dan lihat kondisi sirekap (Sistem Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara). Terus terang paling mahal bawa logistik ke sana (Seko). Ojeknya terlalu mahal di Indonesia bahkan di dunia," katanya. 

"Inimi yang saya cek baik-baik. Jangan sampai ada yang kurang. Setengah mati pulang balik itu," jelasnya.

Selain logistik, di Seko KPU Lutra mengecek kekuatan jaringan internet untuk Sirekap.

"Khusus di Luwu Utara, Tana Toraja dan Selayar memungkinkanji. Di Tator sana bisa bergeser, infonya ada 4 Kecamatan namun ada desanya kena signal. Begitu juga dengan Selayar," kata Asram.

Kalau di Lutra, lanjut Asram, ada pemancar milik swasta. "Nah itu yang kita sewa," ujarnya.

"Kalau Pangkep tidak sama sekali. Ada dua pulau dengan 2 kecamatan dan 71 TPS. Likung Kalmas dan Liukang Tangaya mau bergeser bagaimana tidak bisami," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved