Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Sinjai

Kisah Ahmad Sukses Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak dari Beternak Sapi

Ahmad beternak sapi di Dusun Lita-litae, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan. Ia sukses bangun rumah dan sekolahkan anak

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Ahmad sedang memberi pakan ternak sapinya di Sinjai Selatan, Selasa (2122020 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Sore menjelang senja, Ahmad (40) tampak mulai mengakhiri memasang atap seng warna merah di rumah permanen yang sementara dibangunnya. 

Ia keluar dari rumahnya, mengambil sabit dan karung gabah untuk ditempati mengambil rumput pakan sapi. 

Pakan itu tinggal dipotong yang sudah tumbuh subur di pematang sawah, 300 meter dari rumahnya. 

Tanpa buang waktu, Ahmad langsung memasukkan rumput yang telah dipotongnya ke dalam karung warna putih yang biasa ditempati padi.

Cukup satu karung rumput itu dalam waktu 20 menit dipotongnya. Ia lalu membawakan tiga ekor sapinya yang tak jauh dari lokasi pakan diambil.

"Sisa tiga ekor ini, dua saya sudah jual," ucap Ahmad, sembari mengarahkan rumput itu ke moncong sapinya, Selasa (1/11/2020). 

Dua ekor sudah dijualnya akhir tahun ini. Hasil dari jual sapi tersebut ia bangunkan rumah permanen. 

"Kalau bukan hasil jual sapi, saya tak bisa bangun rumah sebesar ini," kata Ahmad. 

Sebelumnya ia juga menjual beberapa ekor sapi dan hasilnya dibelikan sepeda motor baru, membelikan laptop dua anaknya yang sedang sekolah di SMAN.  

Menurut Ahmad, bukan hanya dirinya yang memelihara ternak sapi di Dusun Lita-litae, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, tapi ada ribuan masyarakat Sinjai saat ini sedang beternak sapi.

Hasilnya, digunakan biayai pendidikan, kuliahkan anak D3, S1,  S2 hingga dijadikan uang panaik.

Rata-rata harga jual sapi jenis sapi Bali dewasa Rp 10 juta hingga Rp 20 jutaan per ekor. Sedang jenis simental dan limosin Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per ekor. 

Menurutnya, ternak sapi paling menjanjikan dibandingkan hasil pertanian lainnya, sebab hasil sawah di Sinjai hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari saja, ungkapnya. 

Ahmad bersama sejumlah peternak di Sinjai juga mengapresiasi program Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dalam pengembangan ternak sapi ke peternak seperti pengembangan anak sapi (pedet) hasil Inseminasi Buatan (IB).

Jenis sapi itu, dapat memberi nilai jual tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan peternak melebihi dari hasil jual sapi bali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved