Breaking News:

Tribun Mamasa

Divonis 4 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Korupsi PLTMH di Mamasa Ajukan Banding

Tiga terdakwa kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Salu Tambun Barat, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, divonis

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
Ist
Kuasa hukum terdakwa kasus korupsi PLTMH, Frengky Richard Mesakaraeng 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Tiga terdakwa kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Salu Tambun Barat, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, divonis kurungan empat tahun penjara.

Ketiga terdakwa masing-masing Ludia, Rudi bin Jidon, dan Benny Eben di jatuhi vonis oleh Pengadilan Tipikor Mamuju, setelah diduga merugikan negara sebesar Rp.1.609.000.000.

Meski telah divonis empat tahun penjara, namun sepertinya kasus ini masih akan terus bergulir.

Pasalnya, ketiga terdakwa mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi Makassar.

Selain terdakwa, banding juga diajukan oleh jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan Tinggi Makassar.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Rudi bin Jidon, Frengky Richard Mesakaraeng saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (1/12/2020) sore.

Frengky menjelaskan, sebelumnya, putusan tingkat banding untuk kedua terdakwa Rudi bin Jidon dan Benny Eben sudah dimuat di halaman website Pengadilan Tinggi Makassar.

Sedangkan untuk terdakwa Ludia, masih dalam proses pemeriksaan.

Dikatakan Frengky, terdakwa Rudi selaku pelaksana proyek pembangkit listrik PLTMH Salu Tambun sebelumnya dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo.

Pasal 18 UUTPK dengan pidana penjara selama 4 tahun (turun dari tuntutan JPU yakni 6 tahun).

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved