Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribuners Memilih

Penyanyi Dangdut Aty Kodong Dukung Irman Yasin Limpo di Pilwali Makassar

Penyanyi dangdut asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Aty Kodong, memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 4 tersebut

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
Ist
Penyanyi dangdut asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Aty Kodong berkunjung ke Rumah Perjuangan IMUN di Jalan Mapala, Makassar, Sabtu malam, 28 November 2020. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Penyanyi dangdut asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Aty Kodong, memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 4 tersebut, Irman Yasin Limpo - Andi Zunnun Armin NH (IMUN).

Bersama sejumlah rekannya, Aty Kodong berkunjung ke Rumah Perjuangan IMUN di Jalan Mapala, Makassar, Sabtu malam, 28 November 2020. 

Diketahui, Aty Kodong berasal dari daerah yang sama dengan Syamsu Rizal alias Deng Ical. 

Namun, penyanyi dangdut jebolan Dangdut Akademi ini lebih memilih mendukung Irman - Zunnun.

None - sapaan akrab Irman YL, menyambut dengan hangat kedatangan Aty Kodong

Keduanya sempat berbincang, hingga foto bersama. Aty tak ragu-ragu mengangkat 4 jari, sebagai simbol dukungannya.

Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar, dukungan untuk Irman - Zunnun, terus mengalir. 

Program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, menjadi magnet tersendiri untuk pasangan ini.

Salah satunya, program BPJS Kesehatan Kelas III yang akan dibayarkan oleh pemerintah kota jika keduanya keduanya terpilih memimpin Makassar

Bukan setahun, tapi langsung lima tahun. Intervensi seperti ini dianggap penting, mengingat kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19.

"Salah satu beban masyarakat yang akan kita ambil adalah iuran BPJS Kesehatan, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," kata None.

Selain itu, pendelegasian kewenangan ke tingkat RT, khususnya untuk pengurusan administrasi kependudukan, seperti KTP, KK, dan Akte Kelahiran, serta sejumlah perizinan.

"Tidak perlu lagi datang ke Kantor Dinas Catatan Sipil, antri berjam-jam, berdesak-desakan, tapi kemudian disuruh kembali lagi nanti karena kekosongan blanko. Mengurus administrasi kependudukan, cukup di Ketua RT saja," terangnya. 

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved