Breaking News:

Ular Piton Salubiro

Ular Piton Perut Buncit Gegerkan Warga Salubiro, Tak Jauh Dari Lokasi Akbar Tewas Ditelan Ular Piton

Warga Desa Salubiro Mamuju Tengah kembali geger, seekor ular piton raksasa kembali muncul. Ular itu ditemukan warga dalam kondisi perut buncit

Editor: Suryana Anas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJUTENGAH -  Warga Desa Salubiro Mamuju Tengah kembali geger, seekor ular piton raksasa kembali muncul.

Ular itu ditemukan warga dalam kondisi perut buncit dan tak bisa bergerak dari tempat di sebuah kebun sawit warga.

Ular sanca atau ular piton tersebut memangsa hidup-hidup seekor sapi peliharaan warga yang jaraknya sekitar 300 km dari pusat Kota Mamuju.

Bahkan, video dan foto penemuan ular sanca kembang ini juga viral di media sosial, warga yang melihat langsung menvideokan dan diupload di facebook.

Menurut salah seorang warga, Hamzah, membenarkan kejadian itu.

Kata dia, ular yang memangsa sapi warga tersebut panjangnya diperkirakan 5 meter.

“Benar bahwa tadi pagi warga menemukan ular sawah (Phyton) yang memakan anak sapi,"kata Hamzah.

Dikatakan, sejak kemarin salah seorang warga mengikat induk sapinya di belakang rumah. Tapi tiba-tiba anak sapi tersebut hilang.

"Setelah dicari-cari, yang didapat adalah ular di semak-semak dengan perut membesar,” ujar Hamzah.

Hamzah juga mengungkapkan, penemuan ular piton yang memangsa sapi warga itu tak jauh dari tempat Akbar tewas ditelan ular piton tiga tahun lalu.

"Itulah sebabnya para petani di Salubiro enggan dan biasanya takut ke kebun. Makanya kami berharap kepada pemerintah atau pihak berwenang ada upaya untuk menangkap ular-ular yang kami yakini masih banyak di kebun-kebun kami,"pungkas Hamzah.

Sarang Ular Piton

Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dikenal sebagai sarang ular piton raksasa dan ganas.

Warga di desa yang berjarak sekitar 300 km dari Ibukota Provinsi Sulawesi Barat, hampir tiap hari mendapati ular piton, akibatnya warga setempat dibuat ketakutan ke kebun, apalagi jika sendiri.

Tak tanggung-tanggung, ular piton besar sering didapati warga berkeliaran ke pemukiman warga mencari mangsanya. Bahkan warga biasa mendapati di kolong rumah.

Dalam setahun, ada seribuan ekor ular piton yang berhasil ditangkap—salah warga,  salah satunya adalah yang memangsa Akbar (25) hidup-hidup pada awal tahun 2017 lalu.

Anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Resort Mamuju, Hardi, kepada Tribun mengatakan, hampir semua wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulbar, terdapat habitat ular piton atau ular sanca kembang.

“Hampir semua wilayah di Mamuju Tengah itu terdapat habitat ular piton atau sanca,” kata Hardi. Apalagi, lanjutnya, di kanal-kanal kebun sawit itu hampir semua ditempati.

Hardi mengungkapkan, daerah Desa Salubiro Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, merupakan daerah yang paling banyak ular pitonnya. Menyebarnya ular piton di wilayah tersebut, dikarenakan habitnya terganggu.

"Gara-gara habitatnya ini terganggu oleh pembukaan lahan sawit, makanya menyebar dan hampir semua wilayah di Mateng terdapat, apalagi di Salubiro," terangnya.

Ia mengatakan, piton paling sering terlihat di wilayah tersebut saat memasuki musim kemarau dan hujan. Kalau sudah musim kemarau dan hujan pasti banyak bermunculan.

Berdasarkan data Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Polhut Sulbar, Provinsi Sulbar merupakan salah satu wilayah habitat ular piton terbanyak di Indonesia.

“Memang di Sulbar banyak, apalagi wilayah Mamuju, bahkan Sulbar jumlah perdagangan ular piton sekitar 1000 ekor per tahun," jelasnya.

Ia menuturkan, ular sanca atau piton belum dilindungi, sehingga hampir di seluruh wilayah Sulbar, utamanya di wilayah Mamuju Tengah sering terjadi penangkapan.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan hampir di semua rawa dan kanal-kanal di Mamuju Tempati ditempati buaya.

Berikut fakta-fakta ganasnya ular Piton Salubiro:

1. Akbar Dimangsa Ular Piton di Salubiro

Awal tahun 2017 lalu, warga Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Temgah, geger, setelah Akbar (25) ditemukan dalam perut ular satu hari pasca dinyatakan hilang.

Akbar dimangsa ular piton yang panjangnya 7.5 meter saat memaneng buah kelapa sawit di kebun miliknya. Jaraknya sangat dekat dari pemukiman warga.

2. Ditemukan Lilit Sapi di Pantai

Awal tahun 2018 lalu, sekitar pertengahan Januari, warga kembali heboh, seekor ular piton yang penjangnya sekitar 7 meter ditemukan di area pantai Salubiro sedang melilit sapi peliharaan warga.

Lokasinya tak jauh dari lokasi Akbar ditelan ular pada awal 2017.

Namun ular piton tersebut gagal menelang sapi warga tersebut karena digagalkan salah seorang warga yang pertama kali melihat.

3. Ditemukan Dipinggir Sungai Sementara Incar Hewan

Hanya berselang satu hari pada Januari 2018 lalu, usai seekor ular piton raksana ditemukan warga melilit seekor sapi di daerah pantai Salubiro, warga kembali menemukan ular piton di pinggiran sungai.

Menurut warga Salubiro, Asbianto, ular tersebut ditemukan warga saat hendak mencari ikan sungai sekitar pukul 23.30 Wita.

Ular itu langsung dibunuh warga karena pas didapat oleh pemilik sapi yang dililit di pantai meski belum sempat ditelan karena ditemukan warga.

"Disetrum warga yang sedang mencari ikan. Langsung dimasukkan di karung dan dibunuh,"jelas Asbianto.

4. Telan Sapi Milik Warga

Senin (23/11/2020) pagi Warga Desa Salubiro, Mamuju Tengah, Sulbar, geger lagi. Seekor ular piton ditemukan dalam keadaan perut buncit, tak bisa gerak dari tempatnya.

Rupanya ular piton dengan panjang lima meter lebih baru saja menelan seekor sapi milik warga Salubiro.

Menurut salah seorang warga, Hamzah, yang dikonfirmasi Tribun-Timur.com membenarkan kejadian itu, kata dia, ular yang memangsa sapi warga tersebut panjangnya diperkirakan 5 meter.

“Benar bahwa tadi pagi warga menemukan ular sawah (Piton) memakan anak sapi,"kata Hamzah.

Dikatakan, sejak kemarin salah seorang warga mengikat induk sapinya di belakang rumah. Tapi tiba-tiba anak sapi tersebut hilang.

"Setelah dicari-cari, yang didapat adalah ular di semak-semak dengan perut membesar,” ujar Hamzah.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved