Tribuners Memilih
None: Pekerja Tidak Butuh Sekadar Pelatihan, Tapi Pasar
Irman Yasin Limpo mengatakan pekerja di Kota Makassar tidak hanya butuh sekadar pelatihan, tetapi juga market atau pasar.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Irman Yasin Limpo mengatakan pekerja di Kota Makassar tidak hanya butuh sekadar pelatihan, tetapi juga market atau pasar.
Hal itu disampaikan None, sapaan, menjawab persoalan kesempatan kerja di Kota Makassar, pada Debat Publik II Pilwali Makassar 2020.
Menjawab pertanyaan panelis, None menyampaikan, dirinya bersama Andi Zunnun memprogramkan akses kebekerjaan usia produktif atau biasa disebut kaum milenial.
Alasannya, karena jumlah kalangan milenial lebih besar 10 tahun kedepan, dibanding usia produktif lainnya.
None mengaku ingin mendorong kemandirian dan daya saing pelaku ekonomi kecil masyarakat Kota Makassar.
Caranya mendownsizing, pendelegasian kewenangan tersebut, sampai ke tingkat RT.
Termasuk di dalamnya, upaya-upaya produktif untuk emak-emak dan untuk anak muda, untuk dilatih bagaimana meningkatkan usaha kecilnya.
"Agar sesuai dengan minat pasar saat ini," jelasnya.
Mantan Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi dan Keuangan ini, mengungkapkan, pihaknya juga mendorong kawasan industri kreatif, supaya terdapat kebekerjaan di kawasan tersebut.
Menjadikan Makassar sebagai pusat distribusi regional, dimana Kota Makassar menjadi hub keluar masuknya barang.
Selain itu, pengembangan klaster berbasis tematik, seperti pariwisata di Kepulauan dan lain-lain yang berwawasan lingkungan.
"Dari kelima ini, membuat daya kebekerjaan itu semakin ada untuk masyarakat di Kota Makassar," imbuhnya.
Setelah mendengarkan pemaparan None mengenai program kebekerjaan yang ditawarkan, Fatmawati Rusdi yang mendampingi Moh Ramdhan Pomanto, memberikan tanggapannya.
Ia mengunggulkan program training gratis untuk 10 ribu warga, mulai dari anak muda yang baru tamat sekolah dan belum mendapat pekerjaan, hingga ibu-ibu rumah tangga yang mau bekerja menopang ekonomi keluarganya.
Menanggapi pernyataan dari Fatmawati Rusdi, None menjelaskan, pelatihan yang ia programkan di tingkat RT dengan menggunakan dana hibah sebesar Rp 15 juta hingga Rp 150 juta, merupakan keniscayaan untuk meningkatkan kebekerjaan di tingkat RT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasangan-irman-none-yasin-limpo-andi-zunnun-armin-nh-25112020.jpg)