Breaking News:

Warkop Tenda Mera di Makassar dan Kebangkitan Generasi Hainan

Lelaki itu bukan berdarah pengusaha Makassar. Ronald Ivander Sutanto adalah cicit langsung pendiri Warkop Meinam 1940-an, Tan Yu Fuk

Warkop Tenda Mera di Makassar dan Kebangkitan Generasi Hainan
dok.tribun
Ronald Ivander Sutanto, Owner Warkop Tenda Mera di Makassar
Moeh David Aritanto, Budayawan Tionghoa
Moeh David Aritanto, Budayawan Tionghoa (dok.tribun)

Moeh David Aritanto
Seniman dan Budayawan Tionghoa
Melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warung kopi (warkop) tak bisa dipisahkan dari sejarah masa lampau di NKRI, khususnya di Kota Makassar. Sebelum dan sesudah kemerdekaan tidak dapat dipungkiri bahwa usaha warkop mayoritas dikuasai suku Hainan asal Tiongkok.

Umumnya mereka dulu bermukin dan berusaha di setiap sudut sudut jalan. Sebagai tempat strategis warkopnya yang dapat dilihat pada dua arah bagi pengendara.

Karena banyaknya suku Hainan yang membuka warkop di perempetan jalan di Makassar, maka dulu mereka santer tersebut China Panyingkuluk (perempatan). Strategis memilih tempat usaha warkop di perempatan jalan, selain dapat terlihat dari dua arah, pun aromanya cepat merebak. Saat masak kopi, aromanya membias keluar dari dua sisi arah jalan.

Seiring perkembangan zaman. Banyak generasi muda Hainan yang enggan meneruskan usaha kakek nenek buyutnya. Pada hal itulah keahlian usaha para perantau pertamanya yang berasal dari lumbung kopi dan kelapa di Pulau Hainan, Tiongkok.

Pilihan tidak ikut meneruskan usaha warkop kakek nenek buyut, tidak berlaku pada putra pertama Saiman Sutanto, bernama lengkap Ronald Ivander Sutanto, akrab disapa Ronald (22).

Lelaki itu bukan berdarah pengusaha Makassar. Ronald Ivander Sutanto adalah cicit langsung pendiri Warkop Meinam 1940-an, Tan Yu Fuk, atau cucu langsung pendiri Warkop Baru, Gustawa Sutanto, berdomisili di perempatan Jl Sugai Limboto dan Jl Veteran.

Ronald, lulus kuliah di Bachelor Of Arts (Konots) in Business and Finance Singapur. Dia sudah menyerap ilmu khusus manajemen usaha.

Usai menyelesaikan studinya, Ronald Ivander Sutanto memilih kembali ke Makassar membuka Warkop Tenda Mera di Makassar. Di komplek ruko Jl Gunung Latimojong.

Kehadiran Warkop Tenda Mera di Makassar, punya Ronald Ivander Sutanto yang mulai beroperasi, 23 Februari 2020, tetap mempertahankan citarasa tradisonal kopi Hainan dalam kemasan konsep modern atau semi cafe.

Bukan asal nama. Warkp Tenda Mera di Makassar pada usahanya tanpa memakai huruf H di belakang kata merah. Filosofinya katanya. Warna merah adalah warna hokky atau rejeki. Sedang tenda berarti melindungi atau mengayomi,” jelas Ronald Ivander Sutanto di warkopnya, Selasa (24/11/2020).

Selain itu, Ronald Ivander Sutanto juga sadar bahwa di tengah upaya pemerintah mendongkrak ekonomi kerakyatan yang berbasis UKM. Adalah suatu kesempatan juga untuk memproduksi dan melestarikan produk selei kaya khas kakek nenek moyangnya di Pulau Hainan.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved