Tribun Gowa
Dinkes Gowa Gelar Pertemuan Pemanfaatan Data e- PPGBM, Ini Tujuannya
Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, menggelar pertemuan implementasi penanganan stunting melalui pemanfaatan data e- PPGBM surveilans gizi Kabupaten Gowa
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
TRIBUN-GOWA.COM, SUNGGUMINASA - Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, menggelar pertemuan implementasi penanganan stunting melalui pemanfaatan data e- PPGBM surveilans gizi Kabupaten Gowa tahun 2020.
Kegiatan ini dalam rangka mempercepat penanganan masalah gizi buruk masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.
Pertemuan yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina diikuti 167 kepala desa/lurah, 18 camat dan 26 kepala Puskesmas di Hotel Gammara Makassar, Senin (23/11/2020).
Kamsina menyampaikan, selain wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, juga masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Status gizi balita dan ibu hamil merupakan salah satu prediktor utama dalam kelangsungan hidup seorang anak. Olehnya itu, perbaikan gizi anak dibutuhkan program multi sektoral yang efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang," katanya.
Selain itu, pengumpulan data secara reguler sangat penting untuk memantau dan menganalisis kemajuan suatu wilayah, negara bahkan global.
"Informasi besaran masalah gizi dan determinannya inilah dapat dijadikan dasar penyusunan rencana kegiatan, dan intervensi yang akan dilakukan oleh para pengambil kebijakan," ujarnya.
Sehingga informasi ini sangat penting agar bisa mengetahui perkembangan secara cepat, akurat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin menyampaikan, penanganan masalah gizi yang tepat sasaran akan membantu memaksimalkan hasil yang akan diperoleh.
"Melalui aplikasi e-PPGBM data sasaran ibu hamil dan balita sudah ada disetiap wilayah posyandu, sehingga memudahkan kita untuk mengintervensi jika terjadi masalah gizi," ujarnya.
Khusus di Kabupaten/Kota telah diperoleh melalui kegiatan survey seperti PSG, RISKESDA, maupun SSGBI.
Namun data berdasarkan individu by name by address telah terangkum dalam aplikasi e-PPGBM (Elektronik Pencatatan pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).
"Penguatan surveilans gizi dimaksudkan untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi termasuk stunting, gizi buruk, gizi kurang, serta ibu hamil kurang energi kronik, bersama dengan lintas program dan lintas sektor-sektor terkait mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten dan Provinsi," ujar Kamsina.
Laporan Wartawan Kontributor Tribun Gowa, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dinas-kesehatan-kabupaten-gowa-menggelar-pertemuan-implementasi-penanganan-stunting.jpg)