Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Enrekang

Ada Persilisihan Antar Pemuda, Objek Wisata Buntu Sumbang dan Bukit Cekong Enrekang Ditutup

Bagi anda yang ingin berkunjung atau berencana berwisata di objek wisata Buntu Sumbang dan Bukit Cekkng, Kecamatan Anggeraja

Tayang:
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Sudirman
Ist
Suasana wisatawan yang camping di Bukit Cekong, Kecamatan Anggeraja beberapa waktu lalu 

TRIBUNENREKANG.COM, ANGGERAJA- Bagi anda yang ingin berkunjung atau berencana berwisata di objek wisata Buntu Sumbang dan Bukit Cekkng, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, sebaiknya ditunda dulu.

Pasalnya, Pemerintah Kecamatan Anggeraja bersama seluruh unsur Muspika telah mengumumkan menutup dua objek wisata tersebut sejak 22 November 2020 kemarin.

Dua objek wisata yang tengah hits buat camping dan menikmati panorama lampu-lampu penjerat hama para petani bawang merah di malam hari itu, ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Camat Anggeraja, Suparman, membenarkan ditutupnya dua objek wisata yang tengah hits tersebut.

Menurutnya, penutupan terpaksa dilakukan lantara adanya perselisihan antara dua kelompok pemuda asal Kampung Belalang dan Cendan di area wisata Buntu Sumbang beberapa hari lalu.

"Buntu Sumbang dan Bukit Cekong kita tutup sementara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tak ingin perselisihan antar pemuda ini makin meluas di area wisata," kata Suparman, Senin (23/11/2020).

Selain faktor perselisihan, penutupan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan banyak orang di dua objek wisata tersebut.

Sebab, saat ini wabah pandemi Covid-19 masih jadi ancaman khususnya di Kabupaten Enrekang.

Apalagi, di lokasi wisata tersebut memang selalu ramai dikunjungi untuk camping namun tidak tersedia sarana prasarana pencegahan Covid-19 seperti wadah cuci tangan dan lainnya.

Olehnya itu, Suparman menegaskan, objek wisata itu baru bisa dibuka kembali jika tata kelolahnya sudah baik, termasuk sarana dan prasarana penunjang sudah tersedia.

"Peralatan cuci tangan dan pencegahan Covid belum ada jadi disana. Yang kelolah selama ini kan masyarakat setempat yang kelolah, dan belum terorganisir. Makanya harapan kita diperbaiki dulu semuanya baru dibuka," ujar Suparman.

"Nanti dibuka kalau semua perlengkapan dan permasalahan telah diselesaikan. Apalagi ini di masa pandemi, jadi harus diatur jumlah orang masuk dan keluar karena kita cegah kerumunan," tuturnya.

Objek wisata Buntu Sumbang dan Bukit Cekong Kecamatan Anggeraja akhir-akhir ini memang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Bahkan, tak kurang ratusan orang tiap malamnya mendirikan tenda untuk camping di dua tempat itu menikmati panorama keindahan lampu-lampu pengusir hama bawang merah di Kecamatan Anggeraja. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved