Breaking News:

Imam Besar FPI Rizieq Shihab atau Ayah Syarifah Najwa Shihab Menghilang, Positif Covid-19? Kata DPP

Imam Besar FPI Rizieq Shihab ayah Syarifah Najwa Shihab menghilang, positif Covid-19? Penjelasan DPP soal kondisi  hingga upaya Pemprov Jakarta

Editor: Edi Sumardi
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Imam Besar FPI Rizieq Shihab, beberapa waktu lalu. Ayah Syarifah Najwa Shihab itu menghilang, positif Covid-19? Penjelasan DPP soal kondisi  hingga upaya Pemprov Jakarta. 

“Tentu dinkes sudah ada protapnya, ketentuannya, hasil tracing, dilanjutkan dari kontak tracing, dan treatment, semua ikut mekanisme aturan. Kami pastikan bahwa Dinkes terkait sudah mengerti aturannya, dan insya Allah kami lakukan secara baik dan profesional seperti sebelumnya,” ujarnya.

Bakal diperiksa polisi

Polda Jabar berencana akan memanggil Imam Besar Front Pembela Islam atau FPI, Rizieq Shihab untuk membuat terang kegiatan yang mengundang kerumunan orang tersebut.

Namun, sebelumnya, polisi menyelesaikan pemanggilan klarifikasi terhadap pejabat dan perangkat daerah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat serta panitia penyelenggara peletakan batu pertama di Megamendung.

"Nah ini yang akan kita dalami apakah Habib Rizieq Shihab (HRS) ini sebagai pemilik lokasi tersebut, atau yang bersangkutan diundang. Itu yang akan didalami, jadi diharapkan ke depannya (HRS) pasti akan dipanggil oleh penyidik untuk klarifikasi, jadi alur permasalahannya akan jelas," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Sabtu (21/11/2020).

Erdi belum dapat memastikan kapan pemanggilan Rizieq ini dilakukan.

Pasalnya, saat ini klarifikasi terhadap pejabat Pemkab Bogor dan perangkat kewilayahan serta panitia acara belum rampung dilakukan.

"Menunggu setelah yang saat ini dimintai keterangan sudah selesai, nanti penyidik akan gelar perkara apakah bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak dilihat dari hasil penyelidikan," kata Erdi.

"Karena penyidik harus menemukan dua alat buktinya, dan bisa menemukan perbuatan melawan hukumnya, niat jahatnya dalam konteks hukum ya," tambah Erdi.

Dikatakan, penyidik juga akan meminta keterangan ahli terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara peletakan batu pertama di Megamendung tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved