Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas

Peneliti Unhas Dapat Dana Rp250 Juta Bantu Pengembangan Gula Aren Sinjai

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Kementerian Riset dan Teknologi

Tayang:
Editor: Fahrizal Syam
Ist
Syahidah, S.Hut., M.Si., Ph.D. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Peneliti Universitas Hasanuddin memperoleh pendanaan dari Program Desa Berinovasi Tahun 2020.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Kementerian Riset dan Teknologi Nomor: 01/F/PPK/2020.

Judul proposal yang diajukan tim peneliti Unhas adalah "Inovasi Pengolahan Gula Aren sebagai Produk Unggulan Daerah dalam Rangka Implementasi Model Desa Berinovasi di Desa Bonto Sinala Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan".

Proposal ini berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp250 juta.

Syahidah selaku ketua tim peneliti menyampaikan, inovasi ini hadir sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya, untuk menguatkan kapasitas kelompok tani di daerah terkait.

Sekaligus bentuk dukungan bagi perkembangan usaha gula aren sebagai produk unggulan masyarakat Desa Bonto Sinala, Sinjai.

"Output yang kami harapkan adalah memastikan semua sarana dan prasarana produksi yang meliputi peralatan, mesin dan rumah produksi siap untuk melakukan uji coba. Sekaligus meluncurkan produk inovasi gula aren kepada masyarakat,” ucapnya.

“Memperkenalkan produk yang dihasilkan, dan paling utama adalah terbentuknya model contoh desa berinovasi bagi Desa Bonto Sinala, khususnya dalam produk gula aren," tambah Syahidah.

Selama penyusunan proposal, Syahidah menuturkan tantangan yang dihadapi terletak pada bagaimana memadukan sinergitas dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan stakeholder baru dalam sistem klaster inovasi yang telah berjalan sebelumnya.

Meskipun demikian, karena proposal desa berinovasi merupakan implementasi dari program klaster inovasi Gula Aren sebagai Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten Sinjai yang telah dilakukan sebelumnya di lokus yang sama, maka proposal tersebut telah memiliki arah yang jelas.

"Proposal ini merupakan pelaksanaan kegiatan yang harus segera dilakukan untuk mengembangkan beberapa luaran yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya guna mendukung pengembangan desa berinovasi di Desa Bonto Sinala," sambung Syahidah.

Syahidah menuturkan hal ini menjadi suatu potensi yang besar dan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bonto Sinala, khususnya dan masyarakat Kabupaten Sinjai pada umumnya jika dikembangkan dan dikelola dengan baik.

Olehnya itu, menurut Syahidah, Desa Bonto Sinala perlu didorong sebagai role model pengembangan desa berinovasi melalui implementasi inovasi pengolahan gula aren dengan menggunakan teknologi dalam proses pengolahan dan pengembangan pemasarannya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved