Breaking News:

Pembunuhan Wartawan

Rekonstruksi Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah Usai, Keluarga Korban Mengaku Kecewa

Rekonstruksi kasus pembunuhan Demas Laira (28), seorang wartawan di Mamuju Tengah, usia digelar.

Ist
Adegan ke-31 rekonstruksi pembunuhan wartawan, Demas Laira (28) di Mamuju Tengah. Korban mulai ditingkam dari samping kirim oleh eksekutor Ali Baba (25) hingga tewas ditempat dengan 17 tusukan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Rekonstruksi kasus pembunuhan Demas Laira (28), seorang wartawan di Mamuju Tengah, usia digelar.

Enam pelaku dan seorang saksi peragakan 43 adegan.

Keluarga Demas Laira pun angkat bicara. Mereka mengaku kecewa karena perempuan, Kartina (32) yang dianggap sebagai pemicu terjadinya pembunuhan tidak tersangka. Hanya berstatus saksi.

"Jelas-jelas dia yang telepon saudaranya dan tidak bakalan terjadi pembunuhan itu kalau dia tidak telepon saudaranya," kata adik kandung Demas Laira, Lia, via whatsapp, Selasa (17/11/2020).

Lia mengungkapkan, dirinya tidak yakin kakaknya akan melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap perempuan tersebut. Apalagi di tengah jalan.

"Saya tahu sekali sifatnya kakak ku. Tidak mungkin jahat sama perempuan," ujarnya.

Dia pun menduga, kronologi kejadian pembunuhan Demas yang diungkapkan para tersangka hasil direkayasa, karena tidak ada orang lain yang melihat peristiwa tersebut selain mereka.

"Siapa lagi yang mau jadi saksi kalau bukan mereka, jadi bisa saja ada yang direkayasa," pungkas Lia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Mateng, Ipda Argo Pongki Admojo mengungkapkan, memang tidak ada tersangka tambahan dalam kasus pembunuhan Demas Laira.

"Tidak ada bukti yang cukup untuk menjadikan adik Syamsul, Kartina, 31 tahun, sebagai tersangka," kata Argo Pongki Admojo.

Argo Pongki menjelaskan pelaku utama pembunuhan Demas Laira bernama Ali Baba diancam hukum 15 hingga 20 tahun penjara.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved