Breaking News:

Tribun Bantaeng

Pupuk Bersubsidi di Bantaeng Masih Langka, Petani Mengeluh dan Minta Pemerintah Carikan Solusi

"Kita petani mulai bingung dan resah mencari pupuk disetiap pengecer di Kabupaten Bantaeng," kata Ketua Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) Jamal

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
Ist
Pupuk bersubsidi yang ditahan di Polres Bantaeng beberapa waktu lalu. Saat ini petani di Bantaeng kembali mengeluhkan pupuk subsidi. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantaeng, masih langka.

Kelangkaan pupuk terjadi hingga waktu musim tanam ketiga tahun 2020. 

"Kita petani mulai bingung dan resah mencari pupuk disetiap pengecer di Kabupaten Bantaeng," kata Ketua Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT), Jamal, Selasa, (10/11/2020).

Padahal kata dia, tanaman jagung petani saat ini sudah berumur 2 pekan dan sudah siap untuk dipupuk.

Beberapa petani berhasil mendapatkan pupuk bersubsidi tetapi harga sudah tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kalau pun petani mendapatkan pupuk urea bersubsidi dengan harga fantastik 150-170 per sak tahun 2020 ini," ujarnya.

Dengan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi, pemerintah Kabupaten (Pemda) Bantaeng diharapkan dapat menghadirkan solusi untuk petani.

Pemda Bantaeng diharapkan dapat menghadirkan pupuk kompos dengan kembali mengaktifkan pabrik kompos disetiap Kecamatan.

"Kami sudah 2 kali ketemu langsung dengan bupati Bantaeng Ilham Azikin. Ia memberi solusi agar disiapkan pupuk kompos dengan mengaktifasi kembali pabrik kompos di setiap kecamatan," jelasnya.

Alternatif itu harus dihadirkan untuk mencegah terjadinya gagal panen para petani di Bantaeng.

Sebab menurut dia, petani adalah ujung tombak dalam kemajuan pangan di Bantaeng.

Selain itu, pengawasan juga harus diperketat agar tidak terjadi permainan harga yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Ingat petani adalah ujung tombaknya kabupaten Bantaeng jadi perlu untuk diperhatikan dalam usaha taninya. Kami juga berharap agar pengawasan disegala lini aktif, serta agar tidak ada oknum bermain lagi jual harga sampai fantastis di atas harga het," tuturnya.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved